Sambut Nuzulul Qur’an, Kemenag Sumenep Beri Pembinaan Penyuluh Agama Islam

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, melalui Seksi Bimas Islam, menggelar Pembinaan Penyuluh Agama Islam, Rabu (27/3). Acara yang di tempatkan di Graha Al-Ikhlas Kemenag Sumenep ini, juga dikemas dengan Peringatan Nuzulul Qur’an 1445 H.
Hadir dalam acara tersebut, ratusan Penyuluh Agama Islam di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sumenep baik yang ASN, P3K maupun Non ASN.
Menurut H. Zainurrozi, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Sumenep, pelaksanaan acara ini sebenarnya akan dilaksanakan di bulan Pebruari 2024. Namun karena banyaknya kegiatan di bulan tersebut, acara Pembinaan Penyuluh Agama Islam baru dilaksanakan bulan Maret 2024.
“Kami sengaja menyelenggarakan acara ini di bulan Ramadhan, karena sekaligus juga untuk Peringatan Nuzulul Qur’an yang nantinya akan diisi dengan ceramah keagamaan sekaligus pembinaan oleh Kepala Kemenag Sumenep,” terang H. Zainurrosi ketika memberikan sambutan di hadapan peserta.
Lebih lanjut, Zainurrosi menjelaskan bahwa selain pembinaan dan peringatan Nuzulul Qur’an, kementerian agama Sumenep melalui Kasi Bimas Islam juga melaksanakan program Safari Ramadhan berbasis kecamatan yang ditempatkan di Masjid-Masjid. Selain menjadi ajang silaturrahmi, kegiatan Safari Ramadhan ini juga dalam rangka untuk penguatan wawasan keagamaan.


Sementara itu, dalam ceramahnya, Kepala Kantor Kemenag Sumenep, KH. Abdul Wasid menjelaskan bahwa Peringatan Nuzulul Qur’an merupakan Peringatan Turunnya Al-Quran kepada Baginda Nabi Muhammad Saw, melalui malaikat Jibril.
Dalam hal ini, Alquran sebagai Kalam Allah dan petunjuk bagi umat manusia, di dalamnya terdapat banyak Fadhilah, banyak keutamaan-keutamaan bagi orang-orang yang membacanya. Salah satunya adalah dengan pahala yang berlipat-lipat, sebagaimana dijelaskan dalam banyak hadis.
“Harus diingat, bahwa mengajarkan Al-Quran adalah tugas utama Penyuluh Agama Islam, dan ikhtiar menjaga dan memelihara al-Quran adalah tanggungjawab dan kewajiban kita semua,” terang KH. Abdul Wasid.
Dikatakan, Penyuluh agama Islam selain punya tugas bimbingan dan penyuluhan agama, juga memiliki fungsi dan tugas lain yang harus dijalankan sesuai dengan kapasitas masing masing.
Harus diingat, lanjut Abdul Wasid, Penyuluh Agama itu memiliki beberapa tugas dan fungsi penting yang harus dijalankan. Pertama memiliki fungsi informatif. Semua informasi penting harus disampaikan kepada masyarakat, seperti informasi haji dan sebagainya. Kedua, fungsi edukatif. Dalam hal ini, penyuluh agama memberikan edukasi yang mencerdaskan kepada kelompok-kelompok binaan. Ketiga fungsi advokatif, yaitu membela kelompok atau umat yang mendapat ancaman, sehingga harus dilindungi. Keempat, fungsi konsultatif, dan Kelima fungsi administratif seperti membuat program dan menyusun laporan. KUR

Kepala Kantor Kemenag Sumenep saat memberi pengarahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *