Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin membuka peluang percepatan pembentukan struktur kepengurusan PBNU hasil Muktamar Ke-35 NU.
Proses yang semula ditargetkan rampung paling lama satu bulan itu disebut berpotensi selesai lebih cepat.
Pimpinan Sidang Pleno V Muktamar Ke-35 NU, Prof Ganefri, menjelaskan tahapan selanjutnya setelah penetapan ketua umum adalah penyusunan rencana pelaksanaan formaturan. Tim formatur diberi amanah membentuk struktur kepengurusan dalam waktu paling lama satu bulan.
Tim formatur terdiri dari H Abdul Qahar Yelipele mewakili Papua Pegunungan, H Amar Manaf dari Maluku, Prof Mansur Ma’shum mewakili NTB, KH Muhammad Wildan Salman dari Kalimantan Selatan, KH Abdul Ghaffar Rozin mewakili Jawa Tengah, Prof Ganefri mewakili Sumatra, serta tuan rumah KH Abdul Matin Djawahir Tuban.
Gus Kikin menegaskan target satu bulan merupakan batas maksimal.
“Ya enggak tahu, nanti kita lihat aja. Tapi itu kan target maksimal satu bulan. Itu kan butuh cepat juga, nanti kita lihat aja. Jadi seharusnya bisa dipercepat,” kata Gus Kikin, Selasa (1/9).
Menurutnya, pengisian struktur merupakan pekerjaan awal yang harus diselesaikan sebelum PBNU menjalankan program-program organisasi.
“Programnya tetap aja 1 bulan, itu kita ngisi dulu organisasi. Tanpa itu kita bagaimana mau kerja,” ujarnya.
Terkait empat kandidat calon ketua umum lain yang tidak terpilih, yakni KH Zulfa Mustofa, KH Abdussalam Sochib, KH Yahya Cholil Staquf, dan KH Abdul Ghofar Rozin, Gus Kikin memastikan seluruh potensi di tubuh NU akan diakomodasi.
“Kita akan coba kita wadahi. Karena itu memang potensi-potensi yang ada itu memang harus kita optimalkan,” katanya.
Gus Kikin juga menyatakan akan berpegang teguh pada Qanun Asasi dalam menjalankan kepemimpinannya di PBNU masa khidmah 2026-2031. Menurutnya, di dalam Qanun Asasi sudah terdapat pedoman untuk pembangunan sumber daya manusia, ekonomi, dan nilai-nilai lainnya. Bg






