Ribuan Mahasiswa UINSA Demo Duduki Gedung Rektorat, Minta Rektor Mundur

Ribuan mahasiswa menggelar aksi atas penolakan dilantiknya kembali Akh. Muzakki kembali menjadi Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Rabu (16/9/2026).

Aksi itu sempat memanas setelah mahasiswa berhasil menerobos lantai 1 gedung Rektorat. Tampak sejumlah pot bunga pecah. Mahasiswa juga membakar kardus bekas dan karangan bunga di depan rektorat.

Selain berorasi menyampaikan penolakan terpilihnya Muzakki sebagai rektor, mereka juga membentangkan spanduk bertulis ‘Tolak Rektor Muzakki 2 Periode’.

Wakil Presiden BEM UINSA, Fadlurrakhman Fazle Purwardana mengatakan alsi itu menolak pelantikan Muzzaki sebagai rektor periode 2026-2030 di Kantor Pusat Kementerian Agama (Kemenag), Selasa (15/9/2026).

“Kami juga ingin menurunkan secara hormat ya, secara pribadi dari Prof Muzakki ini kemudian turun jadi Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya,” kata Fadlurrakhman di gedung rektorat.

Baca juga  MUI Tegaskan Buku “Islam Ala Prabowo” Bukan Produk MUI

Fadlurrakhman menyebut mahasiswa mengeluh Muzakki dinilai sangat otoriter dan diktator ketika menjabat sebelumnya. Sejumlah dosen juga disebut merasa keberatan atas kepemimpinannya.

“Dosen-dosen utamanya menyampaikan aspirasinya ke mahasiswa karena takut untuk menyuarakan, karena yang dipertaruhkan adalah karir kalau dosen,” ujarnya.

Aksi mahasiswa sempat dimediasi pihak kampus. Namun, audiensi belum menghasilkan keputusan akhir karena mahasiswa masih meminta penjelasan dan ruang dialog langsung dengan Muzakki.

Audiensi tersebut diikuti Wakil Rektor 3 Prof Abdul Muhid, serta Bagian Kemahasiswaan dan Alumni UINSA Mochamad Farid Syihabuddin.

Dalam audiensi, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan dan persoalan yang mereka soroti selama satu periode kepemimpinan Muzzaki. Persoalan tersebut di antaranya berkaitan dengan kurikulum dan mata kuliah yang dinilai mahasiswa mulai menghilangkan esensi ke-UIN-an, persoalan dana, serta sejumlah hak mahasiswa yang dinilai belum terpenuhi.

Baca juga  Mengunjungi Masjid Ibadurrahman di Pacet Mojokerto, Berkonsep Ramah Musafir dan Anak

Mahasiswa juga menyoroti persoalan yang dialami mahasiswa baru. Mereka menyinggung keterlambatan jas almamater, Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), hingga kebutuhan akademik mahasiswa yang belum diterima.

“Yang menjadi perhatian kami, mahasiswa baru saja sudah merasakan dampak dari persoalan-persoalan ini. Hak-hak mereka seperti KTM dan jas almamater saja masih mengalami kendala, padahal mereka sudah membayar UKT,” ujar Ale saat audiensi.

Persoalan tersebut makin dipertanyakan karena kewajiban pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) tetap berjalan, sementara sejumlah fasilitas dan kebutuhan mahasiswa justru mengalami kendala.

Terkait KTM, pihak kampus menjelaskan bahwa proses pencetakan sedang berlangsung. Sementara mengenai keterlambatan jas almamater, pihak kampus menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan pihak tender.

Baca juga  Bersama Stafsus Menag RI, STNI Sumenep Bedah Buku Kritik Teks Historisitas Tafsir

Dalam audiensi itu, mahasiswa juga menyinggung persoalan yang berkaitan dengan Muzzaki, yang sebelumnya disebut telah dimintai keterangan terkait perkara dugaan suap.

Mahasiswa ingin mendapatkan penjelasan langsung dari Muzzaki soal kasus-kasus tersebut. Mereka juga ingin memastikan tuntutan yang disampaikan tidak berhenti pada audiensi dengan perwakilan kampus.

Sebelumnya, pihak kampus melakukan penjaringan calon rektor. Ada 13 guru besar dari berbagai fakultas yang berpartisipasi.

Namun kemenag justru memutuskan memilih Muzakki menjadi rektor UINSA untuk periode kedua. (Ym)

(Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *