Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) resmi membuka Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Nasional Jenjang Pendidikan Menengah 2026. Pembukaan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur.
OSN Dikmen 2026 diikuti 540 finalis dari 28 provinsi dan satu Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) Jepang. Para peserta akan berkompetisi pada sembilan cabang, yaitu astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika/komputer, kebumian, kimia, dan matematika.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menyampaikan OSN merupakan bagian dari upaya menemukan, mengembangkan, dan mengaktualisasikan talenta murid.
“OSN adalah ruang untuk menemukan, mengembangkan, dan mengaktualisasikan talenta para murid dan semangat inilah yang menjadi dasar manajemen talenta murid,” ujar Suharti Rabu (16/9).
Ia menegaskan prestasi melalui OSN perlu dipandang sebagai langkah awal untuk membuka kesempatan pengembangan diri dan pendidikan lebih luas.
“OSN bukan sekadar untuk mendapatkan medali. Melalui pembinaan berkelanjutan, para peserta dengan capaian terbaik berkesempatan mewakili Indonesia di ajang olimpiade sains internasional dan memperoleh peluang pengembangan pendidikan melalui kesempatan mengikuti seleksi Beasiswa Talenta Indonesia,” jelasnya.
Kepala Pusat Prestasi Nasional Maria Veronica Irene Herdjiono menyebut partisipasi talenta sains jenjang pendidikan menengah pada OSN 2026 mengalami peningkatan. Jumlah pendaftar mencapai 297.955 peserta, naik 12,33 persen dibandingkan 2025 yang berjumlah 265.251 peserta.
“Artinya, setiap tahun tingkat persaingan OSN ini semakin tinggi. Luar biasa adik-adik sudah sampai tahap final,” tutur Irene.
Selain sembilan cabang sains, Puspresnas bersama Cakrawala University juga menyelenggarakan Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) untuk tahun kedua. EKKA 2026 mencatat peningkatan pendaftar 72,01 persen, dari 1.347 peserta pada 2025 menjadi 2.317 peserta dari 37 provinsi pada 2026. Sebanyak 26 finalis dari 10 provinsi akan mengikuti babak final EKKA 2026.
Irene menjelaskan pengembangan talenta murid tidak berhenti pada perolehan medali. Kemendikdasmen terus menyiapkan kesempatan bagi murid berprestasi untuk melanjutkan perjalanan prestasi.
“Tidak hanya medali, tidak hanya uang pembinaan, namun juga serangkaian upaya pengembangan prestasi berkelanjutan,” jelas Irene.
Sejalan dengan Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid, peserta OSN dengan capaian terbaik berkesempatan mengikuti pembinaan lanjutan dan mewakili Indonesia pada ajang olimpiade sains internasional, di antaranya International Mathematical Olympiad (IMO), International Physics Olympiad (IPhO), dan International Olympiad in Informatics (IOI).
Rektor UMM Nazaruddin Malik menyampaikan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat.
“Selamat berkompetisi, tegakkan kejujuran, raihlah prestasi yang maksimal,” pesan Nazaruddin kepada seluruh peserta OSN Dikmen 2026.
OSN Dikmen 2026 dan EKKA 2026 berlangsung di UMM pada 14–20 September 2026 dan diikuti 566 murid. Bagus






