Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, mempercepat pekerjaan peninggian dan pengaspalan (overlay), Jalan Raya Bratang Binangun, Kecamatan Gubeng. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penanganan banjir, yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Dedy Purwito mengatakan, pembenahan saluran drainase di sisi timur dan barat jalan telah rampung. Selanjutnya, pekerjaan difokuskan pada peninggian badan jalan, melalui proses overlay.
“Jadi Bratang Binangun itu salah satu lokasi yang juga terdampak genangan, yang harus kita tangani. Tahun ini kami bidang jalan sama bidang drainase intervensi di sana, mengerjakan saluran sebelah kiri dan kanan, timur dan barat itu sudah selesai, dan juga sekaligus peninggian jalan,” kata Dedy, Jumat (6/11).
Setelah pembenahan saluran selesai, DSDABM melanjutkan pekerjaan overlay, untuk meningkatkan elevasi jalan. Tahapan pengaspalan dilakukan secara bertahap, dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
Dedy menjelaskan, pengerjaan lanjutan dijadwalkan mulai pukul 21.00 WIB, Jumat (6/11) dengan panjang sekitar 150 meter dan lebar 5 meter. Pelaksanaannya dikoordinasikan bersama Polsek Gubeng, untuk mengatur akses kendaraan di sekitar lokasi proyek.
“Jadi kami mengerjakan di Bratang Binangun koordinasi dengan Polsek Gubeng. Untuk pekerjaan nanti malam kami rencanakan pukul 21.00 WIB, sudah mulai persiapan untuk aspal sepanjang 150 meter, lebar 5 meter,” paparnya.
Pekerjaan pada sisi timur dimulai dari perempatan Jalan Ngagel Jaya Selatan ke arah selatan. Sementara itu, pengaturan lalu lintas di sisi barat, akan menyesuaikan kebutuhan ruang gerak alat berat, selama proses pengaspalan berlangsung.
“Kalau misalkan terpaksa karena pergerakan alat berat manuver-manuver, ternyata yang sisi sebelah barat itu butuh ruang, mungkin untuk space, nanti kita koordinasi dengan polsek,” ujar dia.
Dedy menambahkan, akses jalan di sisi timur akan ditutup selama pekerjaan berlangsung. Adapun penutupan di sisi barat bersifat situasional, bergantung pada kebutuhan ruang kerja dan kondisi di lapangan. “Kalau yang timur kita tutup. Kalau yang barat (penutupan) tentatif. Kita kerja sama dengan Polsek Gubeng,” terangnya.
Sebelumnya, pekerjaan overlay di Jalan Raya Bratang Binangun sempat dikeluhkan pengendara pada Kamis (5/11) pagi. Tumpukan material agregat yang ditempatkan di tengah badan jalan, sempat mengganggu arus lalu lintas, hingga menyebabkan kemacetan.
Kepala DSDABM Kota Surabaya, Hidayat Syah menjelaskan, penempatan material pada malam hari merupakan bagian, dari strategi percepatan pekerjaan. Material direncanakan diratakan dan langsung diaspal, sebelum aktivitas masyarakat meningkat pada pagi hari.
Namun, pelaksanaan di lapangan mengalami kendala teknis, setelah alat motor grinder yang disiapkan untuk meratakan material mengalami kerusakan. Kondisi tersebut membuat proses perataan, tidak dapat dilakukan sesuai jadwal. “Jadi kemarin teman-teman itu inisiatif, ini kita sekalian. Jadi kita kasih agregat, kita padati, langsung kita aspal, supaya cepat. Tapi alat yang kita siapkan itu motor grinder rusak,” ujar Hidayat.
Ia mengatakan, pihaknya segera meminta kontraktor melakukan pembenahan, agar material tidak terlalu lama mengganggu aktivitas pengguna jalan. Perataan material kemudian dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB dan pada siang harinya, kondisi jalan sudah kembali rata. “Jadi alatnya rusak. Tapi jam 10.00 WIB kita langsung pembenahan, siang itu sudah rata lagi,” ungkap dia.
Ia menegaskan, pekerjaan semula direncanakan selesai sebelum pagi hari, agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat, terutama saat jam berangkat kerja. Karena itu, pihaknya meminta kontraktor segera menangani kendala peralatan dan memastikan material, dapat diratakan. “Jadi dia taruh (pasir) itu tengah malam, (target) pagi selesai. Ternyata mau meratakan tidak bisa. Saya minta (kontraktor) jam 10.00 pagi itu harus kita ratakan,” pungkas dia. (yunus)






