Press "Enter" to skip to content

Amphuri Jateng Berangkatkan Jamaah Umrah Korban First Travel

Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban First Travel beberapa waktu lalu, DPD Amphuri Jawa Tengah memberangkatkan 170 jamaah umrah ke Tanah Suci, dengan menggunakan pesawat Garuda Citylink pada Ahad (7/1/2018) pukul 02.00 dini hari di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

“Melalui program paket umrah umat yang ditawarkan koperasi Amphuri. Meski tidak serta merta gratis, tapi mereka bisa mendapat harga yang terjangkau. Sehingga bisa meringankan,” tutur Ketua DPD Amphuri Jawa Tengah, H. Endro Dwi Cahyono, ST.

Meringankan Jamaah

Ditegaskan Endro, dalam melakukan aksi kepedulian ini, Amphuri sama sekali tidak mengambil profit. Amphuri memberi penawaran sesuai dengan harga yang dibelanjakan.

“Dengan harga murah tersebut mereka sangat terbantu. Tak perlu menunggu satu tahun dulu. Sangat meringankan dan membantu jamaah,” sambungnya.

Dari banyaknya korban, Endro menyesal. Meski tidak ada kaitannya dengan kasus tersebut, tapi cukup mencoreng penyelenggara haji dan umrah.

Menurut dia, aksi yang dilakukan ini memang tidak seberapa jika dibandingkan dengan kerugian materiil maupun non materiil dari jamaah. Dia berharap, kedepan Kemenag bisa memantau biro umrah secara rutin berkala dalam pembinaan.

“Supaya bisa diantisipasi dan tidak menunggu sampai meledak dulu seperti First Travel. Jadi bisa melakukan langkah preventif. Misal ada penawaran paket umrah murah dengan berbagai metode agar masyarakat tertarik,” jelasnya.

Berjalan Lancar

Wakil Ketua Koperasi Amphuri, Budi Ashanta menambahkan, semua jamaah sangat senang. Pemberangkatan juga berjalan dengan lancar. Bahkan pemberangkatan dikawal dari pihak TNI hingga masuk ke lokasi.

Total yang diberangkatkan ada 174 jamaah umrah. Tapi yang 4 jamaah bukan korban dari First Travel.

“Jamaahnya mulai dari Semarang, Purwodadi, Kudus sampai Pati. Mereka berangkatnya pakai bis menuju bandara. Dan alhamdulillah sudah diselesaikan dengan baik oleh tim koperasi di terminal 2 pintu 3,” tegasnya.

Dia mengingatkan agar masyarakat lebih jeli lagi dalam memilih travel umrah. Kemudian juga Pemerintah juga kedepan bisa lebih tegas.

“Kita berharap agar kasus ini tidak terulang lagi,” pungkas Budi. Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *