Press "Enter" to skip to content

Entaskan Kemiskinan, Baznas Kenalkan Inklusi Zakat

Badan Amil Zakat (Baznas) terus mengampanyekan program-program unggulan yang sejalan mengentaskan kemiskinan di forum Perserikatan Bangsa Bangsa.

Wakil Ketua Baznas, Zainulbahar Noor memperkenalkan inklusi zakat (zakat inclusion) sebagai solusi masalah ekonomi dan sosial global. Baznas memperkenalkan zakat inclusion yang kita yakini pertama di dunia dan telah diluncurkan Presiden Jokowi pada Juni 2017 atau bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan dalam format payment of zakat through branchless banking system atau agen laku pandai.

“Ini yang bersama Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) New York kita kampanyekan pada IDB, UNDP dan PBB,” ujarnya dalam keterangan berita kepada majalahnurani.com Rabu (25/4/2018) malam.

PENDANAAN ALTERNATIF

Menurut dia, hal tersebut untuk semakin mempertegas bahwa Indonesia leading dalam ekonomi dan keuangan syariah. Zainul menceritakan, pada November 2017, ia diminta mewakili Ketua Baznas Bambang Sudibyo, menghadiri forum yang membahas pendanaan untuk Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan di New York dan Washington DC, AS.

Baca juga  Menag: Pelaksanaan Haji 2018 Berjalan Lancar

“Sangat terasa zakat dan Baznas menjadi top of mind di forum tersebut yang mengangkat tema Innovative Financing for SDGS: The Role of Islamic Finance,” tambahnya.

Berdasarkan fakta itu, Zainul meyakini dunia semakin menyadari zakat telah mengalami pergeseran dari sekadar isu filantropi ke solusi sosial dan ekonomi.

“Saya menyaksikan dan mendengarkan sendiri bagaimana pejabat-pejabat tinggi PBB dan UNDP menilai pendanan SDGs tidak ingin terlalu bergantung pada donasi, tetapi melalui pendanaan alternatif. Karena itulah mereka sangat gandrung menggunakan kata alternative financing,” kata Zainul.

Gagasan tersebut, lanjut dia, langsung ditangkap oleh Direktur UNDP Indonesia, Christophe dan Wakil Direktur Francine Pickup dengan mendirikan Innovative Financing Lab yang telah diakui PBB. Dalam hal ini, Baznas berada di depan. Karena sebagai sebuah lembaga yang total berkecimpung di bidang zakat, insya Allah Baznas lebih mengetahui dan berada di posisi terdepan.

Baca juga  Heboh Game Pukul Guru Anda

“Kami yakin PTRI New York sangat gencar menyuarakan bahwa innovative financing dan zakat inclusion adalah hal yang genuinely digagas Baznas,” terangnya.

POTENSI FINANCIAL

Ia menerangkan, banyak program Baznas sejalan dengan tujuan SDGs. Artinya, melalui kegiatan Baznas, Indonesia sudah masuk atau sejalan dengan program UNDP yakni mencapai SDGs. Yakni, ada 10 dari 17 poin SDGs yang sejalan dengan BAZNAS.

Menurutnya, zakat adalah instrumen keagamaan yang merupakan kewajiban dan kesediaan 1,8 miliar penduduk Muslim global atau 25 persen dari total jumlah penduduk dunia. Ini potensi finansial yang luar biasa untuk pengentasan kemiskinan dengan skala internasional.

Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York mendukung kebijakan Baznas memaparkan potensi dan praktik terbaik pemanfaatan keuangan Islam dalam mencapai SDGs.

Baca juga  Pertunjukan Seni di Alun-Alun Surabaya Dibubarkan, Pemkot Minta Maaf

“Sehingga, PTRI memediasi Baznas tampil sebagai narasumber mengampanyekan tentang zakat pada Forum Ecosoc PBB,” tandas dia. 01/Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *