by

Klaim Vaksin MR Halal, MUI Panggil Menkes

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jumat (3/8/2018) ini memanggil Menteri Kesehatan Prof Nila F Moelok atas pernyataan pejabat pemerintah yang mengklaim bahwa Vaksin Measles Rubella (MR) sudah halal.

Vaksin MR ini sejatinya akan dilaksanakan serentak di Indonesia, Agustus ini. Kepada majalahnurani.com Rabu (1/8/2018) Sekjen MUI Dr Anwar Abbas mengaku sudah melayangkan surat kepada Menkes.

“Berdasarkan dari surat Komisi Fatwa DP MUI Nomor U-13/MUI/KF/VII,” ungkap dia.

KEBOHONGAN PUBLIK

Menurut Anwar, MUI belum menyatakan halal soal vaksin MR. Bahkan, sampai saat ini Vaksin MR belum didaftarkan sertifikasi halal.

“Apabila pejabat yang menyatakan vaksin MR sudah halal, atau dibolehkan MUI, maka itu tidak benar. Kebohongan publik,” tegasnya.

Baca juga  WHFC Bahas Fatwa Plasma Darah Sebagai Obat

Dikatakannya, MUI secara tegas menyatakan kehalalan vaksin merupakan syarat utama adanya dukungan dari KF terhadap imunisasi MR.

Imunisasi merupakan bagian dari upaya pengobatan yang sangat dianjurkan agama Islam. Namun demikian, ajaran Islam mewajibkan penggunaan obat, vaksin yang halal.

SIAP MEMBANTU

Oleh karena itu, papar Anwar, kepastian halal vaksin MR sebelum dilakukan imunisasi merupakan bagian dari keimanan dan keyakinan umat Islam yang harus dilindungi, sesuai amanat UUD 1945.

“Dewan Pimpinan MUI sekali lagi mengimbau ke Kemenkes untuk tunduk dan patuh terhadap ketentuan peraturan perundangan khususnya UU No.33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal,” tegasnya.

Untuk hal tersebut, tambah Anwar, MUI siap membantu Kemenkes mencari solusi demi suksesnya pelaksanaan Gerakan Nasional Imunisasi MR pada 8 Agustus 2018.

Baca juga  MUI Jadi Rujukan  Sertifikasi Halal 50 Negara

“MUI akan mengambil kebijakan secara nasional terkait vaksin MR ini,” pungkas dia. 01/Bagus

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed