by

Banyak Jamaah Haji Meninggal karena Sakit Jantung

Kepala Pusat Kesehatan Haji dr Eka Jusuf Singka memberi keterangan kepada majalahnurani.com soal pelaksanaan ibadah haji 2018. Dari data yang diungkapkan, hingga hari ke-25, ada 61,22 persen dari 49 calon haji meninggal dunia di Tanah Suci yang disebabkan penyakit jantung.

Dia mengakui jika jamaah yang memiliki penyakit jantung harus lebih berhati-hati dalam menjaga stamina. Bahkan Dalam 10 tahun terakhir, penyakit jantung merupakan penyebab kematian tertinggi pada jamaah haji.

“Periode 2017, dari total jemaah haji yang meninggal dunia, 47 persen di antaranya disebabkan karena penyakit jantung. Sementara pada 2016, 52 persen jamaah meninggal dunia juga karena penyakit jantung,” urainya.

Baca juga  Temuan Obat Corona Peneliti Inggris Dipuji WHO, Mengurangi Resiko 35 Persen Kematian

PELIBATAN KETUA REGU

Untuk meminimalisir kematian karena jantung, dia mengimbau perlu ada pelibatan ketua regu jamaah calon haji untuk mengingatkan dan memastikan para jamaah cukup istirahat

“Minum obat setiap hari, dan tidak melaksanakan kegiatan yang berat,” saran Eka.

Sejak keberangkatan jamaah haji, Kementerian Kesehatan mengirimkan dokter spesialis jantung ke Tanah Suci. Pada tahun ini terdapat lima spesialis jantung yang siaga selama 24 jam di Makkah.

Menurut Eka, ada enam hal yang perlu diperhatikan bagi jamaah haji yang mengidap penyakit jantung.

“Selalu mengonsumsi obat setiap hari, membawa obat ke manapun pergi, jangan kelelahan, periksa ke dokter secara reguler, dan cukup istirahat. Jika sesak nafas agar segera menghentikan kegiatan dan istirahat,” sarannya.

Baca juga  BNPB Siapkan 1.000 Alat Tes Antigen di Pos Korban Sriwijaya Air

SULIT BERADAPTASI

Sementara melalui media center haji, spesialis penyakit jantung Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dr Zakky Kurniawan menambahkan, calon jamaah haji dengan risiko tinggi penyakit jantung bisa semakin parah keadaannya saat di Arab Saudi karena iklim yang berbeda dengan di Indonesia.

“Sebab jamaah usia lanjut akan lebih sulit beradaptasi dengan iklim di Saudi, berbeda dengan yang masih muda,” paparnya. 01/Bagus

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed