by

Heboh Kesesatan Kerajaan Ubur-Ubur

Publik media sosial Facebook dan masyarakat Serang, Banten, kemarin Senin (14/8/2018) dihebohkan dengan pengungkapan praktik paranormal Kerajaan Ubur-ubur.

Diketahui praktik itu dijalankan Aisyah dan suaminya bernama Rudi Chairil Anwar. Aisyah mengaku sebagai Sunda Wiwitan dan Ibu Ratu Kidul. Malahan dia mengaku mendapatkan amanat dari presiden untuk mencairkan sejumlah uang, baik di dalam maupun luar negeri.

MODUS PENIPUAN

Dikonfirmasi majalahnurani.com, Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid mengaku masih menunggu hasil penelitian. Zainut terus berkoordinasi dengan MUI Serang.

“Iya benar masih didalami. Kami telusuri apa motifnya aliran agama, aliran dalam sebuah agama atau kah apakah ini motifnya, modusnya penipuan. Boleh jadi ini modus penipuan berkedok agama,” tuturnya.

Baca juga  Rahasia Sukses Bali Tekan Corona Tanpa PSBB

Hasil sementara MUI Kota Serang menjelaskan bahwa praktik paranormal Kerajaan Ubur-ubur bukan bagian dari ajaran Islam.

Menurut MUI Serang, beberapa ajaran yang dilakukan oleh pasangan tersebut yang menyinggung ajaran Islam dan membuat resah warga.

MENODAI ISLAM

Ketua MUI Kota Serang Amas Tadjudin memaparkan, Aisyah mengaku sebagai Sunda Wiwitan dan Ibu Ratu Kidul. Ia juga mengaku mendapatkan amanat dari presiden untuk mencairkan sejumlah uang, baik di dalam maupun luar negeri.

Pencairan uang ini, di Indonesia, menurutnya, dilakukan oleh seorang nabi asli Indonesia bernama Muhammad. Dia adalah seorang perempuan.

“Kami berkesimpulan dia bukan Islam. Urusan keresahan dia menyebarkan atas nama Alquran ini sudah meresahkan dan Islam ternodai kalau seperti ini modelnya,” kata dia.

Baca juga  Talk Show Pameran ISC: Nasib Bisnis saat Pandemi, WPMK: Ayo Bangkit Berjuang!

Selain itu,  kelompok ini menyebut alasan mencium Hajar Aswad karena mirip kelamin perempuan. Dan Kakbah bukan kiblat, melainkan sebagai tempat untuk memuja.

Pasangan suami-istri ini, mempunyai pengikut yang menetap berjumlah 8 orang. Kebanyakan pengikut mereka datang dari luar Banten.

“Pelaku juga menyebarkan ajarannya melalui media sosial Facebook,” tandas dia. 01/Bagus

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed