by

GP Ansor: Aksi Kepung Kedubes Saudi Hoax

Sejak Kamis (6/12/2018) kemarin, foto baliho berisi informasi tentang rencana Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan GP Ansor untuk mengepung Kedutaan Besar Arab Saudi pada Jumat (7/12/2018) ini viral di media sosial.

BALIHO EDITAN

Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas hari ini membantah dan memastikanbahwa informasi tersebut adalah bohong alias hoaks.

“Balihonya saja jelas editan gitu lho,” ujar Gus Yaqut dari siaran persnya.

Saat ini GP Ansor menelusuri penyebarnya. Gus Yaqut mengatakan bahwa sudah menemukan beberapa indikasi.

“Setelah terkumpul semua, akan kami laporkan ke kepolisian,” sambungnya.

ANCAMAN PENJARA

Dia mengingatkan bahwa penyebar hoaks bisa dituntut dengan UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) dengan ancaman 6 tahun penjara.

Baca juga  Pemerintah Resmikan Masjid NU di Jepang

Dalam foto baliho teraebut berisi informasi  aksi bersama PBNU dan GP Ansor untuk mengepung Kedubes Arab Saudi.

Isinya, Ayo bangkit 10 juta massa PBNU dan GP Ansor akan mengepung Kedubes Saudi. Bersama 1 juta ulama Islam Nusantara, dilanjut poco-poco akbar bersama Jokowi–Ma’ruf Amin. 01/Bagus

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed