Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau agar umat Islam mengembangkan sikap toleransi.
Meningkatkan Ketakwaan
Ini disampaikan MUI memasuki bulan Rabiul awal 1441 H, pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Mari kita jadikan momentum peringatan Maulid Nabi SAW untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan berbuat kebajikan dan beramal shaleh dengan cara meneladani sifat dan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW,” ujar Wasekjen MUI Amirsyah Tambunan kepada majalahnurani.com
Semangat dan misi kenabian yang perlu diwarisi yakni semangat pembebasan dari ketertindasan, baik dari kemiskinan, kebodohan, maupun keterbelakangan.
“Misi risalah Nabi Muhammad SAW adalah melakukan pembelaan terhadap kaum yang lemah dan tertindas dengan berempati merasakan beratnya penderitaan mereka,” tambahnya.
Sementara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah mengeluarkan ikhbar bahwa awal bulan Rabiul Awal 1441 H jatuh pada Selasa, 29 Oktober 2019, persisnya dimulai sejak Senin malam ini.
Dari rilis PBNU, Pengumuman ini didasarkan pada hasil pemantauan hilal, bulan sabit yang terbit pada tanggal satu bulan Qamariyah.
Dua perukyat, Moh. Mujazun dan Lutfi Fuadi melaporkan berhasil menyaksikan hilal dari Masjid Jami Denanyar (7° 32′ LS 112° 13′ BT). Hilal terlihat pukul 17:36 WIB (Maghrib pukul 17:25 WIB).
Laporan tersebut lantas diteruskan Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri ke publik sebagai pengumuman bahwa bulan Maulid telah tiba.
“Terima kasih atas partisipasi dan kontribusi Nahdliyin (dalam aktivitas rukyat kali ini),” ujar Ghazalie.
Rabiul Awal atau biasa disebut bulan Maulid merupakan bulan ketiga dalam sistem penanggalan Hijriah, setelah bulan Muharram dan Safar.
Dalam tradisi masyarakat Muslim di Indonesia, bulan Rabiul Awal identik dengan perayaan Maulid Nabi, atau momen peringatan hari lahir Nabi Muhammad.
Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki dalam kitab Mafahim Yajib an Tushahhah, peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ merupakan bentuk tradisi yang baik di masyarakat, bukan termasuk bagian dari masalah ibadah yang dipersoalkan keabsahannya.
Teladani Akhlak Rasulullah
Menurutnya, inilah momen efektif untuk mendakwahkan teladan akhlak Rasulullah, serta sejarah kehidupan, perjuangan, bisnis, politik, strategi kepemimpinan, dan cara ibadah Nabi Muhammad.
“Pada bulan ini bagus diisi dengan pembacaan ayat-ayat Al Qur’an, dzikir, tahlil, kalimat thayyibah, dan juga sejarah dan perjuangan Rasulullah.,” tandasnya. 01/Bagus








