Diduga Tertular Corona, Kemenkes: 59 Sampel Negatif

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto melansir hasil Pemeriksaan 59 sampel dugaan penularan virus corona dari berbagai daerah di Indonesia.

Adanya dugaan ini menyebabkan masyarakat sempat panik lantaran gejala yang dialami penderita mirip penularan virus Corona.

Dari siaran pers yang diterima majalahnurani.com, Selasa (11/2/2020) hasil pemeriksaan menyatakan, 59 sampel tersebut negatif dari penularan virus corona.

Menurut Yuri 59 spesimen (sampel) sudah diperiksa dan hasilnya negatif. Kemudian ada tiga spesimen lain yang masih dalam proses pemeriksaan.

“Ketiga sampel ini datang belakangan sehingga pemeriksaannya belum selesai,” ujarnya.

Dua Cara

Kemenkes sudah menerima dan memeriksa 62 sampel dugaan kejadian penularan virus corona dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kemenkes menggunakan dua cara yang sudah tersertifikasi oleh World Health Organization (WHO). Sampel yang yang digunakan adalah lendir di saluran pernafasan yang diambil dari bagian mukosa (lapisan kulit dalam). Sampel diambil menggunakan kapas dari hidung atau tenggorokan. Setelah itu diperiksa secara lintas laboratorium,” urai Yuri.

Selain itu, pengambilan sampel tidak dilakukan terhadap semua orang. Menurut dia, sampel diambil dari para individu dengan gejala klinis tertentu, antara lain influenza berat, panas badan yang disertai gangguan pernafasan dan batuk.

Isolasi Individu

Manakala ditemukan penyebabnya jelas, misalnya ada radang di tenggorokan yang disebabkan bakteri, akan kita atasi dengan antibiotik. Jika setelah itu panasnya turun, bisa dipastikan individu tidak terkena virus.

“Sehingga dia termasuk pasien yang diawasi. Jika gejalanya semakin nyata, kita ambil sampelnya (untuk diperiksa) dan kita lakukan isolasi terhadap individu ini. Kita anggap dia diduga tertular atau suspek,” kata Yuri.

Yuri juga menjawab pertanyaan berbagai pihak yang meragukan kemampuan pemeriksaan oleh Kemenkes dan membuat sempat panik.

“Terkait dengan banyaknya pertanyaan mengapa sampai saat ini tak ada konfirmasi positif penularan virus corona di Indonesia ? Perlu dipahami memeriksa virus tidak sama dengan meriksa golongan darah,” tandas Yuri. 01/Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *