Berita Hoax Dan Dosa Jariyah

Pada saat umat manusia dilanda bencana, ujian dan kepanikan yang luar biasa, ternyata banyak yang memanfaatkannya dengan membuat berita bohong, hoax dan kemudian dishare. Tujuannya hanya satu, membuat orang lain tambah panik. Nah, kita jangan ikut larut nge-share berita itu tanpa melakukan klarifikasi. Karena sesungguhnya dampak berita bohong itu sangat luar biasa dalam kehidupan kita, baik di dunia apalagi di akhrat kelak. Di zaman Rasulullah penyebaran berita hoax sudah pernah terjadi, sampai akhirnya turun ayat.

Pada suatu hari, Nabi SAW memanggil salah seorang sahabat bernama Al-Walid Ibn Uqbah. Nabi meminta Al-Walid berangkat ke perkampungan Bani Al Musthaliq untuk menarik zakat dari umat Islam di daerah itu.

BERITA BOHONG
Tak menunda lama, Al-Walid segera berangkat. Tiba di kampung Bani al-Musthaliq, Al-Walid disambut dengan suka cita. Sejumlah orang membawa parang dan pedang untuk menyembelih kambing dan unta sebagai jamuan penghormatan terhadap utusan Rasulullah, Al-Walid ibn Uqbah.

Rupanya, Al-Walid salah paham. Ia menyangka bahwa dirinya akan dibunuh. Penduduk di daerah itu disangka sudah banyak yang keluar dari Islam. Karena ketakutan, dia berbalik arah dan pulang ke Madinah. Ia lapor pada Nabi SAW tentang kejadian itu. Dia membuat cerita bohong kepada Nabi bahwa penduduk di sana tidak mau membayar zakat dan bahkan mereka akan membunuhnya.

DILAKUKAN TABAYYUN
Rasulullah tidak percaya begitu saja informasi Al-Walid itu. Nabi SAW kemudian menunjuk Khalid Ibn Walid bersama sejumlah prajurit untuk tabayyun dan mengecek kondisi lapangan. Tiba di kampung Bani Al-Musthaliq pada malam hari, Khalid Ibn Walid menyebar sejumlah mata-mata ke beberapa pojok perkampungan.

Para prajurit tak menemukan tanda-tanda “pembangkangan” seperti diceritakan al-Walid. Justru yang terjadi sebaliknya. Antusiasme ber-Islam penduduk Banil Musthaliq luar biasa.

TURUN AYAT
Lalu turunlah ayat, “Wahai orang-orang beriman! Jika seorang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tak mencelakakan suatu kaum karena kecerobohan yang akhirnya kamu menyesali perbuatan itu” (al-Hujurat ayat 6).
Karena itu, jika ada “orang tak jelas” membawa berita, maka telitilah agar kita tak sengsara dan tidak mencelakakan orang lain.

DOSA JARIYAH
Kawan, sangat berat hukumnya seseorang yang menyebar berita hoax dan bohong. Apalagi berita itu kemudian dishare dan menjadi viral. Betapa banyak jariyah dosa yang kita dapat dari kebohongan yang sudah menyebar itu. Ini sudah diperingatkan Rasulullah dalam sebuah hadisnya:
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa mengajak (manusia) kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa mengajak (manusia) kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” ( HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad).

Artinya, kalau ada yang menyebar berita bohong dan diikuti oleh banyak orang, maka dosa kebohongannya itu akan dilipatkangandakan sebanyak orang yang ikut memviralkan. Kawan, sangat ngeri dampak dari dosa menyebar informasi palsu itu.

TERMASUK MUNAFIK
Dalam alquran, posisi neraka yang paling jelek dan paling berat siksanya itu adalah neraka yang disiapkan untuk orang munafik.
Allah berfirman,” “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. (QS. an-Nisa: 145

Nah, siapakah orang munafik itu. Maka Rasulullah memberikan tiga ciri khusus seseorang yang disebut munafik. Dalam hadis Rasulullah disebutkan:
Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda, Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara dia berdusta, jika berjanji dia mengingkari, dan jika diberi amanah dia berkhianat (HR. Al- Bukhari)
Nah, berkata, bercerita dan penyebar berita bohong ternyata menduduki peringkat pertama katagori munafik. Karena itu kawan, berhati hatilah nge-share berita yang belum jelas kebenarannya karena kita nanti akan terjebak dalam dosa Jariyah berantai dan dihadapan Allah nanti kita dikategorikan sebagai orang munafik yang tentunya mendapat tempat di neraka yang paling hina dan paling bawah. Nauzubillah. (
Nur Cahya Hadi, Direktur Majalahnurani.com )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed