Tim penelitian dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) mengembangkan sistem robot pelayan untuk melayani pasien covid-19.
Meringankan Tenaga Medis
Robot ini nantinya digunakan untuk membantu meringankan tugas para tenaga medis. Yakni sebagai pelayan pasien dengan risiko penularan yang tinggi.
Robot pelayan ini membawa logistik ke pasien dengan cara dikendalikan dari jarak jauh oleh tenaga medis yang berpengalaman atau dilatih.
Kemudian ada pendekatan yang lebih otonom dimana robot yang melayani pasien secara otomatis.
Pengembangan robot pelayan ini dikerjakan oleh beberapa peneliti. Antara lain ada dari departemen teknik komputer ITS Muhtadin, Ahmad Zaini, dan Rudi Dikairono.
Sementara itu, dari RSAU, ada dokter spesialis forensik Nily Sulistyorini, dokter spesialis kedokteran jiwa Izzatul Fitriyah, dan dokter bedah toraks kardiovaskular Niko Azari.
Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat ITS Agus Muhamad Hatta dalam siaran pers Rabu (1/3/2020) menjelaskan,
pendekatan tersebut dilakukan dengan menggabungkan berbagai sensor yang diletakkan pada robot dan ruangan tempat pasien berada.
“Kedua pendekatan tersebut diharapkan dapat digunakan para tenaga medis untuk tetap melayani pasien dengan meminimalisir kontak dengan pasien,” tegasnya.
Siaga Covid-19
Proses pembuatan robot ini dilakukan sejak pemerintah mulai menerapkan siaga COVID-19. Menurut Agus tim ITS sebelumnya juga sudah mengembangkan berbagai tipe robot, sehingga modifikasi dari robot yang dibuat dapat difungsikan sebagai robot pelayan.
“Dengan adanya robot yang mampu melayani keperluan pasien secara otonom, dapat membantu pekerjaan tenaga medis dengan mengurangi risiko tertular penyakit. Robot pelayan ini ditargetkan dapat beroperasi dalam beberapa minggu atau sebulan ke depan,” tegasnya.01/ Bagus











