Jangan Katakan, Aku Bosan Tinggal di Rumah

Oleh
Nur Cahya Hadi, Direktur Majalah Nurani Indonesia

Bismillah…
Saudaraku, setelah sebulan lebih dihimbau agar kita bekerja dari rumah, tetap di rumah tidak ke tempat keramaian, shalat berjamaah di rumah bahkan ada himbauan juga agar shalat Jumat diganti shalat dhuhur di rumah, lalu muncul keluhan ” Kalau begini terus, aku bosan tinggal di rumah. Jenuh setiap hari ketemu anak istri dan hanya tinggal di rumah.”

Saudaraku ungkapan seperti itu sebenarnya bertentangan dengan niat kita pada saat kita akan menikah dulu. Bukankah pada saat kita akan menikah dan memutuskan berkeluarga dulu mempunyai cita cita akan membentuk ‘Baity Jannati’ rumahku laksana surgaku. Pertanyaannya sekarang adalah, apakah benar kita sudah bosan tinggal di surga? Mengapa kita bosan tinggal di surga?

RUMAHKU SURGAKU
Saudaraku, kalau kita sudah mencanangkan sejak awal bahwa Baity Jannati atau rumahku adalah surgaku, maka seharusnya kita bangga dan bersyukur kepada Allah karena dalam sebulan lebih ini kita diharuskan tinggal di surga dunia kita tanpa ada yang mengganggu bahwa disupport oleh pemerintah dan perusahaan tempat kita bekerja.

Kalau ada yang bosan tinggal di surga dunia kita, berati ada yang salah dengan diri kita dan keluarga kita. Mengapa kita lebih betah berlama lama di mall dibanding tinggal di rumah kita? Pertanyaan itu yang harus kita jawab dalam diri kita masing masing.

Pada saat sekarang kita diharuskan tinggal di rumahnya inilah saat yang tepat untuk membangun kembali rumah kita supaya serasa di surga. Rumah yang nyaman, tenteram dan semua anggota keluarganya tenang dan betah tinggal di rumah. Bagaimana caranya?

Rasulullah memberikan petunjuk kepada kita agar rumah kita bersinar dan cahayanya bisa dilihat dari langit. Sebagaimana sabdanya:

نَوِّرُوْا بُيُوْتَكُمْ بِقِرَاءَةِ الْقُرْآن
“Terangilah rumah kalian dengan bacaan Alquran”

Saudaraku, sebuah rumah, menurut sabda Nabi, akan terang benderang penuh cahaya, apabila disinari oleh dua hal.

Pertama, Shalat. “Terangi rumahmu dengan shalat”, titah Nabi. Shalat akan mendorong seluruh anggota keluarga untuk selalu mengingat dan hanya menyembah Allah. Dengan begitu, semua akan tercegah dari perbuatan keji dan ingkar. Seorang muslim yang shalat, ia akan memiliki jiwa bersih dan hanya berserah diri kepada Allah, sehingga apabila anggota keluarga ditimpa masalah, dengan sangat mudah diselesaikan dengan cara-cara Islami. Yakni, melalui dialog atau musyawarah dengan kepala dingin demi mencapai win-win solution atau kesepakatan yang memuaskan bagi semua pihak.

DI RUMAHKU
ADA BINTANG
Kedua, supaya rumah kita bersinar maka dilakukan dengan membaca alquran. “Dan, sinari rumah kalian dengan membaca alquran”, sabda Nabi.
Bagaimana pun juga, alquran sebagai firman Allah dan mukjizat terbesar bagi Nabi dan seluruh umatnya merupakan senjata paling ampuh. Ia bukan sekedar kitab tuntunan ibadah sehari-hari belaka, tapi juga berperan sebagai penangkal mara bahaya. Alquran mampu mencegah seseorang dari perbuatan musyrik, bohong, khianat dan sebagainya. Bila maknanya diresapi, alquran bisa menjadi obat pelipur lara, penghibur di saat duka, teman saat suntuk, sekaligus mengembalikan semangat hidup.

Saudaraku, adanya wabah Corona ini sebenarnya upaya Allah untuk menyatukan lagi keluarga kita. Mari kita bersyukur, karena telah dipaksa Allah untuk tinggal di rumah dan berjamaah dalam shalat dan membaca Alquran. Kalau biasanya suami istri kerja mulai pagi keluar rumah dan baru ketemu dengan keluarga setelah malam hari, maka sekarang kita disatukan setiap hari di rumah surga dunia kita. Kita bisa shalat berjamaah, saling menyimak dalam membaca Alquran dan menambah hafalan Alquran anak anak kita.

Bukankah ini terasa indah dan tidak membosankan? Akhirnya dalam keluarga terjalin ikatan batin yang sangat kuat antara anak, istri dan suami, karena ada kebersamaan dalam beribadah kepada Allah.

Dengan shalat dan baca Alquran di rumah, maka rumah akan sangat berkilauan di langit. Penduduk langit seperti malaikat akan terpukau dengan keelokan dan keasrian rumah tersebut, meski secara fisik, tampak sederhana. Sebagaimana sabda rasulullah:

إنَّ البيت ليُتلى  فيه القرآن؛ فيتراءى لأهلِ السماء كما تتراءى النجومُ لأهل الأرض

“Sesungguhnya rumah yang dibacakan di dalamnya alquran, maka rumah tersebut akan terlihat oleh para penduduk langit sebagaimana terlihatnya bintang-bintang oleh penduduk bumi”.
(HR. Ahmad).

HATI TENANG
Saudaraku, kita bisa merasakan rumah yang dihiasi oleh penghuninya dengan shalat dan alquran, saat kita masuk ke dalamnya. Serasa teduh, dingin, betah dan menyenangkan.

Karena sesungguhnya rumah yang dipakai untuk berdzikir yaitu shalat dan baca Alquran akan membuat seluruh hati penghuninya menjadi tenang dan tenteram. Sebagaimana firman Allah:
قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS Ar-Ra’d 28)
Dan sebaliknya, rumah yang tidak dipakai untuk berdzikir kepada Allah, tidak pernah dipakai untuk shalat dan ngaji bareng, maka hati semua penghuninya menjadi galau, resah, gelisah dan tidak akan kerasan di rumah.
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ أَعْمَىٰ
” Dan barangsiapa berpaling dari dzikir kepadaKu (peringatanKu), maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalamkeadaan buta”. ( QS Thaha 124)
Saudaraku, setelah kita mengetahui besarnya manfaat shalat dan membaca Alquran bersama keluarga di rumah, akhirnya kita bersyukur kepada Allah ternyata hikmah mengapa kita disatukan di dalam rumah selama sebulan lebih sangatlah luar biasa.
Maka jangan katakan lagi aku bosan tinggal di rumah.
Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *