Tiga orang penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) jurusan Bogor-Jakarta dinyatakan positif virus corona.
Hasil tersebut diperoleh usai Pemprov Jawa Barat melakukan uji tes Polymerase Chain Reaction (PCR) atau tes swab secara serentak kepada para penumpang KRL di stasiun Bogor.
“Tiga positif COVID-19 dari 325 penumpang KRL Bogor-Jakarta yang kami sampling dengan test swab PCR,” tulis Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil lewat akun Twitter-nya @ridwankamil
Ridwan menjelaskan bahwa hal tersebut bisa membuat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah diterapkan gagal.
“PSBB bisa gagal. Sudah dilaporkan ke Gugus Tugas Pusat & Kemenhub. Semoga ada respon terukur dari pihak operator KRL,” kata Ridwan
Pembawa Virus
Ketiga orang yang positif itu, semuanya adalah Orang Tanpa Gejala (OTG). Ia lantas menjelaskan bahayanya OTG karena bisa menjadi carrier atau pembawa virus dan menularkan kepada orang lain.
“Ini artinya KRL yang masih padat bisa menjadi transportasi OTG pembawa virus,” ujarnya
Transportasi Khusus
Wakil Walikota Bogor, Dedi A Rahim menjelaskan, tiga orang yang terpapar Corona merupakan dua orang warga DKI dan Bogor.
“Kereta api memang berpotensi menularkan Corona. Ketiganya masih beraktifitas dari Jakarta Bogor,” tuturnya dalam video confrence, Senin (4/5/2020).
Menurutnya harus ada pengetatan selama PSBB. Termasuk bidang atau perusahaan yang masih buka, harus ditegaskan.
“Yang masih buka harusnya memberikan transportasi khusus. Tidak naik transportasi umum karena potensi penularannya besar.
Ini harus kita jadikan perhatian,” tegasnya. 01/Bagus












