Bagi Anda yang ingin memburu jajanan takjil jelang buka puasa, mungkin Anda bisa mencoba ke pasar takjil Karangmenjangan Surabaya. Jelang berbuka, pasar takjil ini tetap ramai pembeli.
Patuh Pakai Masker
Meski ramai, pasar takjil ini tetap menerapkan physical distancing. Pedagang dan pembelinya pun memakai masker. Jajanannya pun tertutup rapat.
Sehingga kemungkinan kecil ada penularan virus Corona.
Hal ini dibenarkan oleh Satpol PP Surabaya. Di instagram resmi @satpolppsurabaya juga diunggah semarak pasar takjil Karamenjangan ini.
Tenda-tenda pedagang diberi jarak satu meter sesuai garis yang sudah diatur. Pedagang dan pembeli juga patuh memakai masker.
Ketua Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto mengaku, pasar takjil di Karangmenjangan ini sejak buka sudah menerapkan konsep jaga jarak.
“Sore hari dimanfaatkan untuk pedagang takjil sedangkan pagi hari ada pasar basah di kawasan tersebut,” tuturnya dalam video confrence Rabu (6/5/2020).
Tidak Ada Bangku
Menurutnya, Pemkot sudah menyosialisaikan kepada para pedagang pasar takjil Karangmenjangan ini untuk menerapkan protokol kesehatan.
Misalnya tidak membuka tenda atau menyediakan bangku dan kursi yang berpotensi mengundang pembeli untuk makan di tempat.
“Kemudian menjaga jarak dengan pedagang lain dengan menempati tempat yang sudah ditentukan atau sesuai yang digariskan,” urainya.
Memperhatikan jarak aman antara penjual dengan pembeli serta pembeli dengan pembeli lain.
Menurut Irvan, makanan dan minuman hanya boleh dibungkus atau dibawa pulang.
“Baik penjual dan pembeli wajib memakai masker. Pedagang takjil dan pembeli wajib meninggalkan area sebelum 20.00 WIB, serta wajib menjaga kebersihan area lapak,” tandasnya.01/ Bagus








