Kisah Sedekah Dokter Bedah: Kanker Ganas Sirna karena Sedekah

Pengalaman kisah sedekah yang dialami dokter spesialis bedah, dr Asep Herman SPB FINaCS MM, sempat membuatnya keheranan. Pasalnya, dia merasa apa yang terjadi itu tidak masuk akal setelah niat sedekahnya diwujudkan.

“Tapi inilah kenyataannya,” ungkapnya dalam sebuah video.

Benjolan Kanker Ganas

Asep pun berkisah, suatu saat dirinya menerima panggilan telepon dari seorang pasien. Lantas pasien itu mengeluh adanya benjolan yang dia rasakan ketika buang air besar (BAB).

“Benjolan di anus pasien ini makin lama makin banyak. Ternyata keluhan adanya benjolan tersebut disertai BAB berlendir dan berdarah,” kata Asep.

Kemudian, lanjut Asep, dilihat dari segi usia, dilihat dari bagaimana pola makannya, dari berbagai faktor, akhirnya Asep bisa menyimpulkan.

“Saya menyimpulkan pasien menderita Ca Rekti atau kanker ganas di area anus,” ungkapnya.

Dari beberapa kali Asep menemui keluhan yang serupa sehingga dirinya berasumsi bahwa pasien tersebut menderita kanker anus.

“Sekitar 100 kali saya menemui keluhan seperti ini,” ingat Asep selama menjalani profesinya sebagai ahli bedah.

Ikhtiar

Di saat itulah terbesit di pikiran Asep bahwa ada sebuah hadis yang mengatakan bahwa sebetulnya ada yang bisa menolak balak, musibah. Bahkan, cerita Asep, kejadian itu bisa mendahului takdir.

“Ini bukan percobaan, ini bukan menguji. Tapi ini ikhtiar,” kenang Asep.

Teringat akan hadis tersebut, Asep pun bergegas meminta karyawannya untuk berinfak atas nama pasien tersebut.

“Infak ke rumah yatim sebelah klinik. Infak sekitar 1 juta,” ungkapnya.

Hati Asep pun kian berdebar lantaran tibalah saat dirinya berjanji untuk memeriksa pasien tersebut.

Ketika itu Asep melakukan pemeriksaan dengan langkah Biopsi dan rangkaian pemeriksaan lainnya.

Dari hasil pemeriksaan Asep kaget bukan kepalang. Ternyata dugaan pasien menderita kanker sirna itu tidak ada.

“Saya lakukan eksaminasi lebih dalam. Ternyata yang saya perkirakan itu kanker anus, sama sekali tidak ada benjolan. Sama sekali tidak ada luka atau benjolan yang diduga tumor,” terang Asep.

Asep pun masih penasaran dengan hasil awal pemeriksaan itu. Dia kembali melakukan pemeriksaan lanjutan yang disebut Koloninlup. Ternyata hasilnya juga sama. Tidak didapatkan suatu apapun.

“Bersih,” getar bibir Asep sambil tercengang tak percaya.

Menolak Balak

Dari kejadian itulah Asep meyakini bagaimana dahsyatnya sedekah mampu menolak balak atau musibah.

Dia mengakui bahwa sedekah bisa mendahului takdir. Yang tadinya diperkirakan penyakit mematikan, operasinya sulit, pengobatannya sulit, ternyata dihapus Allah.

“Allah hapuskan itu. Syariatnya dengan sedekah. Jadi pada kesempatan ini, mudah- mudahan kisah ini bisa menggugah kita semua di bulan suci. Bagaimana kita ingin terbebas dari bencana balam. Yuk kita biasakan bersedekah,” tandasnya. 01/Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *