Hampir dua pekan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya, diterapkan. Namun, Tim Advokasi PSBB dan Surveilans Covid-19 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, menyarankan agar PSBB diperpanjang.
Kurang Optimal
Advokasi PSBB dan Surveilans Covid-19 FKM Unair, Windhu Purnomo mengaku PSBB selama dua pekan masih kurang optimal dalam menekan penyebaran virus corona.
“Usul ke Ibu Gubernur untuk PSBB tidak berhenti 14 hari,” kata Windhu, Jumat (8/5/2020).
Menurut Windhu PSBB perlu ditambah 14 hari lagi. FKM Unair sudah melakukan kajian. Bahwa masa penularan dan inkubasi pengidap virus corona cenderung berbeda-beda.
“Mulai dari 14 hingga 25 hari,” sebutnya.
Penularan Baru
Windhu pun khawatir muncul gelombang penularan baru jika PSBB hanya berlaku selama 14 hari tanpa diperpanjang.
“14 hari hanya sebagai evaluasi, mile stone aja, 14 hari ini belum bagus, jadi apa pun kurvanya baik atau tidak, hendaknya PSBB dilengkapi sampai 28 hari, jadi ditambah 14 hari ke berikutnya,” tegasnya.
Disiplin
Untuk itu, Windhu meminta seluruh masyarakat agar disiplin dan mematuhi seluruh aturan PSBB. Tidak keluar rumah bila tak ada kepentingan mendesak, jaga jarak, pakai masker dan yang lainnya.
“Semoga dilanjutkan dengan PSBB yang betulan, bukan PSBB abal-abal, karena masih ada warga yang bergerak terus. Ini bisa berjalan jika masyarakat bersatu-padu,” tandasnya. 01/Bagus






