Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa lalu meminta agar pasar di Bojonegoro tersebut ditutup selama 7 hari sambil menunggu hasil tes swab para pedagang keluar. Dia juga meminta tim tracing bekerja cepat.
“Pasar akan ditutup selama 7 hari, sampai selesai swab. Lalu, memberikan proteksi terhadap siapa saja yang ada di lingkaran pasar. Sebab yang bisa di-rapid test kan penjualnya, (sedangkan) pembelinya, pelanggan, ini kan harus dilakukan tracing,” ujarnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (8/5).
Penularan Corona di Bojonegoro bermula dari seorang pedagang di pasar tersebut mengeluh sakit dengan gejala mirip virus corona. Dia lantas ke rumah sakit. Di sana, dia menjalani rapid test atau uji cepat virus corona. Hasilnya, reaktif atau terindikasi positif. Namun orang tersebt sudah meninggal dunia sebelum hasil swab keluar.
Tak lama kemudian, ditemukan kasus baru di pasar tempat sehari-hari pedagang tersebut beraktivitas. Satu orang dan berdasarkan hasil rapid test-nya, ia dinyatakan reaktif atau terindikasi positif.
Usai temuan dua kasus tersebut, Gugus Tugas Covid-19 Jatim lalu melakukan rapid test terhadap 269 pedagang lain yang ada di pasar tersebut. Hasilnya, 86 orang yang dinyatakan reaktif atau terindikasi positif Covid-19. ym








