YLKI Protes Produksi Galon Air Minum Sekali Pakai

Maraknya produksi galon air minum sekali pakai mengundang protes dari  Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Ini dikarena akan semakin menambah masalah sampah plastik yang selama ini dinilai membebani bumi. Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sularsi dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (10/5), mengatakan penggunaan galon sekali pakai dinilai akan semakin menambah masalah lingkungan yang disebabkan oleh sampah plastik sekali pakai di kalangan masyarakat.

“Kami justru meminta perusahaan mengurangi sampah plastik untuk bahan pangan, khususnya air minum kemasan sekali pakai, karena itu akan sangat membebani bumi. Plastik tidak bisa terurai. Bukan justru memproduksi bahan plastik sekali pakai yang baru. Kami tidak mendukung produk kemasan semacam itu,” papar Sulastri.

Baca juga  19.297 Rumah di NTT Rusak Akibat Gempa Flores

Dikatakan, jika perusahaan yang memproduksi kemasan itu tidak menunjukkan tanggung jawab untuk menarik kembali galon kemasan tersebut dari konsumen. Ia mengatakan secara bisnis atau marketing, perusahaan memang ingin melakukan sebuah inovasi baru dengan menciptakan kemasan baru, tapi dari sisi lingkungan, YLKI secara tegas tidak mendukungnya.

Seharusnya, menurut dia, industri yang bertanggung jawab untuk menarik kembali kemasan plastik sekali pakai yang diproduksinya. Selain itu, industri tersebut juga harus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana memperlakukan kemasan plastik sekali pakai sehingga tidak mencemari lingkungan.

“Yang perlu diawasi adalah bagian hulunya. Masalah sampah plastik ini tidak akan pernah selesai kalau hulunya tidak diawasi. Jangan sampai kehadiran air kemasan galon sekali pakai ini malah menimbulkan masalah baru bagi lingkungan. Jadi perlu ada kebijakan yang diambil untuk itu,” pungkas. (01)

Baca juga  TNI Kerahkan Sejumlah Pesawat Water Bombing Padamkan Kobaran Api Lahan Kalimantan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *