Press "Enter" to skip to content

Saat Lebaran Idul Fitri, Malang Raya Masih Terapkan PSBB

Penerapan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) untuk wilayah Malang Raya berlaku mulai Minggu (17/5) nanti hingga 14 hari ke depan. Artinya saat hari raya idul fitri 1441 H ini, Malang Raya dipastikan masih memberlakukan PSBB.

PSBB di Malang Raya tersebut meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu. PSBB tersebut merupakan keputusan rakor Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, bersama Bupati Malang Sanusi, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko serta Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dan jajaran Forkopimda Jatim.

SOSIALISASI MASIF
Guna mendukung PSBB di Malang Raya, sosialisasi secara masif dilakukan pada Kamis (14/5). Sosialisasi kepada seluruh warga Malang Raya itu sekaligus persiapan teknis penerapan PSBB.

“Kami datang ke sini untuk mengecek persiapan pelaksanaan PSBB di Malang Raya. Kami pastikan bahwa Peraturan Bupati Malang, Peraturan Wali Kota Malang, Peraturan Wali Kota Batu yang menjadi landasan penerapan PSBB akan final malam ini,” kata Khofifah saat memberikan keterangan pers usai rakor.

Baca juga  Sindir Pemerintah Lagi, Wasekjen MUI : “Mestinya BPJS Kesehatan Naik Jadi Rp 1.000.000 Per Bulan”

Hari ini sosialisasi terkait PSBB akan berjalan selama tiga hari. Dan tepat di hari Minggu 17 Mei 2020, secara efektif PSBB akan mulai diberlakukan,” ucap Khofifah menambahkan.

Meski PSBB diberlakukan pada Minggu nanti, tahapan pada tiga hari pertama masih sebatas imbauan dan teguran. Sedangkan hari keempat hingga hari ke-14 meningkat dengan tahapan teguran dan penindakan.

Sistem ini, kata Khofifah, adalah tahapan yang sama sebagaimana dilakukan dalam pelaksanaan PSBB di kawasan Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik, atau Surabaya Raya.

Khofifah menyampaikan bahwa skema pelaksanaan PSBB di Malang Raya ini sudah dipresentasikan masing masing kabupaten dan kota. Menurut Khofifah, skema yang ada di Malang Raya ini sudah cukup baik dan bisa dijadikan role model.

Baca juga  Soal Rekening Guru SD yang Dibobol, BSM Langsung Beri Ganti Rugi

“Seperti Kampung Tangguh. Ini akan menjadi prototipe dan role model. Bahwa masyarakat hingga lini bawah turut berpartisipasi dalam menyukseskan pencegahan penyebaran Covid-19 juga pasar ganjil genap,” katanya.

SIAPKAN LAYANAN KURATIF
Tidak hanya itu, Khofifah juga menegaskan, layanan kuratif di Malang Raya jelang pelaksanaan PSBB Malang Raya juga dalam kondisi yang siap. Bukan hanya ketersediaan layanan rumah sakit, melainkan juga kesiapan layanan laboratorium untuk tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Saat ini ada tiga laboratorium untuk tes PCR di Malang Raya. Yaitu di RS Saiful Anwar, RS Universitas Brawijaya Malang, dan juga RS Umum Lavalette Malang,” ujar Khofifah.

Menurut Khofifah pengoptimalan layanan tes PCR di tiga laboratorium tersebut juga terus dikembangkan. Yakni dengan mendatangkan tambahan mesin PCR baru.

Baca juga  PSBB Surabaya Raya Diusulkan untuk Dihentikan

Mesin PCR baru sudah disampaikan ke para pengelola lab yang kami kumpulkan beberapa hari lalu. Diharapkan ini akan menjadi langkah pengoptimalan layanan tes Covid-19 di kawasan Malang Raya,” kata Khofifah.

Ia optimistis dengan kesiapan tersebut, pelaksanaan PSBB Malang Raya secara signifikan akan menekan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur, khususnya, Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Batu.

“Percepatan tes, percepatan tracing dan juga percepatan isolasi dan treatment akan menjadikan para pasien dan juga masyarakat yang terinfeksi Covid-19 bisa lebih cepat disembuhkan,” tutur mantan Menteri Sosial itu. ym

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *