Press "Enter" to skip to content

Kronologi Molornya Pemakaman Jenazah PDP Corona di Ponorogo

Ilustrasi (net)

Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona di Ponorogo meninggal dunia Selasa (19/05). Namun karena beberapa hal, jenazahnya sempat molor selama 5 jam untuk dimakamkan. Kepala Puskesmas Babadan, dr Siti Nurfaidah mengatakan jenazah warga Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo itu karena ada kendala teknis.

“PDP meninggal pukul 20.00 Wib dan baru dimakamkan jam 01.00 dini hari. Kurang lebih lima jam, ” ujarnya, Rabu (20/5).

Ia menjelaskan, kendala teknis itu diantaranya adalah saat tim medis ke lokasi pemakaman ternyata tidak ada orang. Rupanya, kabar meninggalnya PDP itu tidak diberitahukan kepada pihak kelurahan.

“Kemudian modin desa dihubungi juga sakit. Pak lurah yang cari penggali. Tapi 2 jam itu belum ada kejelasan sama sekali dan tidak mungkin mayat dibiarkan begitu saja,” terang dia.

Baca juga  Di Tengah Pandemi, Menkeu Awasi Langsung Penerapan Insentif

Karena tidak ada kejelasan, akhirnya pihak puskesmas meminta bantuan tim relawan BPBD untuk membantu memakamkan jenazah.

“Saya hubungi BPBD dan kita edukasi bagaimana caranya karena berbeda dengan pemakaman pada umumnya,” jelasnya.

Setelah mendapat pengajaran cara pemulasaran, giliran tanah kuburan saat digali sulit karena tanahnya keras hingga diputuskan pindah tempat. Akhirnya pemakaman baru bisa terlaksana pada pukul 01.00 Wib.

“Kemarin yang memakamkan dari BPBD 4 orang, tim dari satgas desa 2 orang dan tim medis dari RS Darmayu 2 orang serta tim medis dari Puskesmas Babadan,” paparnya.

Ia menjelaskan seharusnya ada tim satgas desa di tengah Pandemi Covid-19. Tim tersebut terdiri dari tim kesehatan, tim isolasi dan tim pemulasaran.
“Untuk tim pemulasaran ini terdiri dari perangkat desa, penggali kubur dan bidan desa,” terang dia sambil menyebut jika setiap desa harus punya alat pelindung diri (APD) minimal 5 set.

Baca juga  Update Corona 22 Mei: Tambah 634, Positif Corona 20.796 Orang

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Setyo Budiono menuturkan timnya baru pertama kali ini melakukan pemakaman dengan cara protap Corona.

“Ini pertama kali, meski cara menguburnya sama tetapi harus dilengkapi dengan protokol Covid-19. Sekali lagi ini adalah panggilan jiwa kami seorang petugas BPBD,” katanya. ym

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *