Press "Enter" to skip to content

Astaghfirullah, Keluarga PDP di Mojokerto Dipaksa Bayar Rp 3 Juta Untuk Biaya Pemakaman

Kota Mojokerto dihebohkan dengan pengakuan keluarga PDP Corona yang dipaksa bayar Rp 3 juta untuk biaya pemakaman. Kejadian itu menguak ke publik usai viral di media sosial facebook. Ada Empat video berisi informasi keluarga pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 diminta biaya Rp 3 juta oleh RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto.


Empat video itu masing-masing berdurasi 1.31 menit, 4.10 menit, 18 menit dan 22.55 menit itu tersebar di beberapa grup Facebook.
“Keluarga pasien PDP Covid19 di mintai 3 juta oleh petugas kamar jenazah di RSUD dr Wahidin Sudirohusodo Mojokerto sebagai biaya pemulasaraan jenazah pasien.kalo tidak ada uang jenazah tidak akan bisa di makamkan#Pungli,” tulis akun Facebook Evin Prasetya, Jumat (22/5).

Baca juga  Gelora Sah Menjadi Partai Politik, Diprediksi Tahun 2024 Lolos Parlemen


Akun ini juga mengunggah foto bukti pembayaran yang tertulis menyebut penerimaan uang sebesar Rp 3 juta untuk biaya pembayaran peti jenazah, kantong jenazah dan pemakaman jenazah.

Orang yang ada di dalam video menyebut jika pungutan biaya itu terjadi di RSU Dr Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto. Ada dua orang memakai baju berwarna biru diduga petugas rumah sakit dan tiga orang yang diduga keluarga pasien PDP yang meninggal serta satu orang merekam kejadian itu.


Dalam video yang berdurasi 4 menit 10 detik itu, seorang pria meletakkan sejumlah uang yang diminta pihak rumah sakit senilai Rp 3 juta.
“Harus ada kwitansinya pak. Ojo nyusahno orang susah mas (jangan menyusahkan orang susah mas). Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto, Bu Wali tolong diperhatikan,” kata seorang pria dalam video itu.
Unggahan akun ini lantas mendapat respon komentar ribuan warganet kemudian menjadi viral.

Baca juga  Positif Corona Jatim Melonjak, Khofifah Minta RS Lapangan Covid-19 Jatim Segera Dibuka


Sementara itu, Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, dr Sugeng Mulyadi menyebut bahwa video itu terjadi karena adanya kesalahpahaman dan ketidakpahaman petugas pemulasaran terhadap surat edaran tata laksana Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) untuk pembiayaan Covid-19 tertanggal 6 April 2020.


“Isi surat edaran itu menyebutkan, semua biaya perawatan hingga pemakaman terhadap pasien yang terpapar Covid-19 atapun pasien PDP ditanggung oleh pemerintah daerah alias semuanya gratis,” ungkap dr Sugeng.

Menurutnya, sebelum edaran itu keluar, memang pasien terkait Covid-19 bagi warga luar Kota Mojokerto dikenakan biaya administrasi termasuk biaya pemakaman. Dirinya yakin petugas pemulasaran belum mengetahui surat edaran yang baru.
“Masalah ini sudah selesai dan biaya Rp 3 juta itu sudah dikembalikan ke keluarga. Kami juga memberi pengertian terhadap keluarga,” tandasnya. ym

Baca juga  SABAYA Talent-Based School, Kembangkan Karakter Akhlakul Karimah

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *