Press "Enter" to skip to content

Wali Murid Cemas Mendengar Sekolah Kembali Dibuka

Rencana Pemerintah akan membuka kembali sekolah di bulan Juli membuat para orang tua cemas.

Pasalnya, pembukaan sekolah ini ditengah kondisi wabah virus Corona yang masih terus menular.

Bahkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menduga berpotensi sekolah menjadi klasterisasi baru virus Corona.

RESAH

Maharani, warga Made, Surabaya, mengaku resah dengan rencana Kemendikbud ini. Sebagai orang tua, Rani, panggilannya, cemas jika anaknya masuk sekolah di tengah wabah Corona.

“Apa pemerintah bisa njamin? Takut anak saya tertular,” tuturnya Kamis (28/5/2020).

Rani pun tak akan menyekolahkan anaknya jika nanti benar-benar sekolah dibuka. Baginya, kesehatan anak lebih penting daripada memaksa anak sekolah.

Baca juga  Update Covid-19, Senin 30 Maret Ada 1414 Pasien Positif

“Ndak apa-apa libur. Saya kuatir kalau nanti malah tertular,” ungkap ibu dua anak ini.

Dia berharap, pihak sekolah dasar tempat anaknya belajar bisa mempertimbangkan keselamatan anak daripada harus membuka sekolah.

“Berharap semoga wabah berakhir. Tapi kalau masih ada penularan, ya mohon sekolah jangan buka dulu,” tegasnya.

LIBUR SENDIRI

Diartanti, seorang ibu asal Gubeng, Surabaya, juga khawatir jika sekolah benar dibuka. Sebab, anaknya yang masih SD ini sudah ingin bersekolah lagi. Namun belum paham adanya wabah corona.

Dengan adanya rencana pemerintah membuka sekolah, maka menurut Tanti bisa membuat anaknya senang .

“Senang bisa sekolah lagi. Tapi kan kita jadi ibu kuatir. Ya mau gimana lagi, terpaksa nanti saya liburkan sendiri saja. Kuatir ketularan. Apalagi di Surabaya masih tinggi penularan Corona,” tegasnya.

Baca juga  Arab Saudi Larang Kerja Siang Hari selama 3 Bulan

TAK MAU AMBIL RESIKO

Sementara wali murid bernama Wati mengaku tak akan menyekolahkan anaknya jika kondisinya benar-benar aman. Ia tak mau ambil resiko meski pemerintah membuka sekolah lagi.

“Yang penting anak saya selamat dan sehat. Nanti kalau sudah ga ada virus baru saya sekolahkan lagi,” ungkapnya.

Untuk itu dia meminta guru di sekolahnya agar jangan membuka sekolah sebelum keadaan normal.

“Ya kita mohon ke ibu guru kepala sekolah agar sekolah jangan dibuka dulu,” terangnya. 01/Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *