Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membantah anggapan sejumlah pihak bahwa Pilkada Serentak 2020 berpotensi jadi sarana penularan Covid-19.
Tito mengatakan hingga kini dirinya belum mendengar ada klaster penyebaran Covid-19 yang timbul karena gelaran pilkada. Padahal beberapa tahapan pilkada telah berjalan.
“Pemutakhiran data pemilih itu melibatkan 105 juta orang yang didatangi door to door, verifikasi faktual jutaan orang, tapi tidak terjadi klaster penularan yang kita dengar signifikan,” kata Tito dalam jumpa pers Rapat Analisa dan Evaluasi Pilkada Serentak Tahun 2020, Jumat (2/10/2020).
MASA PENDAFTARAN
Tito mengatakan pelanggaran protokol kesehatan yang serius hanya terjadi pada masa pendaftaran. Hal itu, kata dia, karena protokol kesehatan pilkada belum tersosialisasi secara masif.
Meski begitu, pemerintah dan penyelenggara pemilu langsung merespons kejadian itu. Rapat koordinasi dengan seluruh pemda digelar. Aturan main pilkada pun diperketat.
“Kalau itu semua bergerak, kami kira, Bapak Menko dan saya sebagai Mendagri merasa sangat optimis kampanye pilkada ini akan berlangsung dengan baik, lancar, aman,” tegasnya. Bagus









