Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan, Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meyakin tiga hal utama yang dianggap mampu memperbaiki Indeks Persepsi Korupsi (IPK).
PEMULIHAN EKONOMI
Yang pertama yakni kecepatan pemulihan ekonomi dengan penerapan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja. Dia berharap Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja menunjukkan hasil positif memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia.
“Pertama cepatnya pemulihan ekonomi, Undang-undang Omnibus Law diharapkan tahun ini sudah mulai menampakkan hasil positif,” tutur Mahfud melalui keterangan tertulis, yang diterima Jumat (26/2/2021).
Beleid aturan itu diketahui sempat menuai kontroversi mulai dari proses pembahasan hingga pengesahannya. Kelompok masyarakat sipil termasuk sebagian di antaranya akademisi dan aktivis antikorupsi menganggap sejumlah pasal problematis.
PENANGANAN PANDEMI
Selain menyoal Omnibus Law Cipta Kerja, dua faktor lain untuk perbaikan indeks korupsi Indonesia menurut Mahfud adalah ihwal penanganan pandemi Covid-19 dan penanganan kegaduhan politik di Indonesia.
“Terutama yang diskriminatif dan konflik antar kelompok masyarakat bisa dikurangi,” kata Mahfud.
Mahfud dalam kesempatan itu juga mengundang Sekretaris Jendral Transparancy International Indonesia (TII) Danang Widoyoko dan Manager Riset TII Wawan Suyatmiko berkaitan dengan sejumlah rekomendasi yang disampaikan TII demi memperbaiki indeks persepsi korupsi Indonesia yang kian memburuk.
“Saya terima kasih kepada TII yang sudah mem-briefiengsaya dengan begitu jelas mengenai situasi yang sebenarnya kita hadapi,” kata Mahfud lagi.
Mahfud berharap indeks persepsi korupsi di Indonesia akan membaik sehingga kian ramah investasi.
Terkait pencegahan tindak rasuah itu, Mahfud pun memandang perlu pelibatan masyarakat sipil seperti TII, untuk bersama-sama mencari solusi yang tepat dalam membuat peta jalan pemberantasan korupsi.
“Saya sengaja mengundang Mas Danang dan Mas Wawan untuk melakukan langkah-langkah ke depan agar negeri ini semakin baik, semakin ramah terhadap investasi,” tutur dia. bagus












