by

Ribuan Santri Antusias Ikuti Vaksinasi di PCNU Kabupaten Mojokerto

Sebanyak 2000 santri di kabupaten Mojokerto antusias mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19 yang digelar di Gedung PCNU Kabupaten Mojokerto, Selasa (7/9) Siang. Kegiatan vaksinasi tersebut terselenggara atas kerjasama PCNU Kabupaten Mojokerto dan Arsinu (Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama).

Meski diikuti ribuan santri, pelaksanaan vaksinasi itu berjalan tertib dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto KH Abdul Adzim Alwi dalam sambutannya mengatakan, menurut pakar ahli kesehatan virus covid-19 ini tidak akan hilang dari muka bumi. Oleh karena itu agar bersahabat dengan virus maka santri harus sehat dan kuat.
“Maka dari itu para santri sebagai penerus tongkat estafet dalam NU harus sehat, Santri sehat, Indonesia kuat dan bermartabat,” ujarnya.

Baca juga 

Ditambahkannya, dengan divaksin maka antibodi dan imun di dalam jasad tubuh akan kuat. Seandainya sudah divaksin tetapi tetap terpapar covid-19, KH Abdul Adzim Alwi sangat yakin hal terburuk tidak akan terjadi.
“Saya sudah divaksin dua kali, sepertinya pernah terpapar, hanya saja ba’da (setelah, red) Maghrib saya merasa meriang dan sendi-sendi seakan-akan mrotoli, tapi alhamdulillah subuh sudah bisa ngimami shalat subuh,” imbuhnya.

Kegiatan vaksinasi tersebut diikuti 2000 santri yang tersebar di empat titik. Untuk pelaksanaan di PCNU dilakukan sebanyak 1000 dosis.
“Karena santri ini aset kita yang akan meneruskan kepemimpinan kita di masa yang akan datang, kalau santrinya tidak sehat maka masa depan akan suram,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, yang juga hadir dalam kegiatan itu mengatakan terimakasih atas terselengaranya kegiatan vaksinasi ini yang berarti membantu pemerintah dalam mengendalikan penularan covid-19. Bupati menyebut, ke depannya nanti pengendalian Covid-19 dilalukan melalui aplikasi PeduliLindungi.
“Jadi nanti ke depannya vaksin ini menjadi salah satu indikator terkait boleh tidaknya masuk ke suatu tempat atau melakukan aktifitas, contohnya masuk mall hanya bisa kalau menunjukkan aplikasi PeduliLindungi dengan keterangan tervaksin, kemudian sudah ujicoba di beberapa perusahaan untuk masuk kerja menggunakan aplikasi PeduliLindungi, ke depannya masuk tempat wisata juga menggunakan aplikasi tersebut,” terang Ikfina.

Baca juga  Polda Jatim Gandeng PWNU Jatim Sukseskan Vaksinasi

Masih kata Bupati Mojokerto,
Vaksinasi ini adalah upaya pemerintah mengendalikan penularan covid-19,
Karena jika sukses mengendalikan penularan covid-19, maka ekonomi juga bisa diperbaiki.
“Santri ini juga merupakan bagian dari berbagai program pembangunan pemerintah, termasuk penguatan ekonomi, maka jangan sampai nanti gara-gara belum divaksin maka nanti tidak bisa terlibat di kegiatan pembangunan tersebut,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Arsinu Pusat, Dr HM Zulfikar As’ad mengatakan, alokasi vaksin untuk santri di Mojokerto sebanyak 2.500 dosis vaksin Sinovac. Untuk pendistribusiannya diserahkan ke PCNU Kabupaten Mojokerto.
“Vaksinatornya nakes (tenaga kesehatan, red) dari RS Sakinah dibantu Dinas kesehatan,” ucapnya. Ym

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed