Auditor Halal LPPOM MUI Jawa Timur, Prof Elfi Anis Saati menyerukan pentingnya memilih makanan halal dan thayyib ke siswa SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya zaat mengikuti kegiatan Field Trip Study Activities (Fisa) Class XI secara virtual pada Kamis (28/10).
Menurut dia, ini menjadi penting terlebih selama masa pandemi siswa harus mengonsumsi makanan yang halal dan bergizi.
Prof Elfi yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Malang, ini mengaku, dulu memilih makanan disebut 4 sehat 5 sempurna.
“Memang agak jadul. Tapi sekarang disebut PUGS atau pedoman umum gizi seimbang. Memang dulu untuk memudahkan penyerapan pemahaman,” ujarnya.
MASALAH STUNTING
Setiap orang memiliki kebutuhan gizi berbeda. Mulai anak, remaja, dewasa sampai orang masa pensiun. Maka harus disesuaikan gizinya.
Dalam masa pandemi, lanjutnya, yang jadi masalah ternyata tak hanya karena covid19. Tapi diantaranya masalah gizi, yakni stunting.
“Kondisi gizi balita kita menyedihkan. Balita Indonesia stunting (tinggi badan), masih sebanyak 30,8 persen. Ini juga mengindikasikan tingkat IQ. Angkanya masih tinggi,” paparnya.
OBESITAS
Kemudian remaja Indonesia juga mengalami obesitas. Apa sebabnya? Karena makanan cepat saji, junkfood (makanan sampah). Menurutnya ada kesalahan pola pangan di dalam keluarga.
“Memilih makanan tidak halal dan thayyib. Yang dipentingkan hanya cita rasanya,” ungkapnya.
Selain itu, perkembangan teknologi kerap menimbulkan peluang terjadinya percampuran bahan halal dan bahan najis pada proses produksi.
Seperti gula rafinosa yang berbahan dari ubi jalar (singkong). Dalam prosesnya, kerap bercampur dengan bahan lain. Misal singkong dicampur keju. Pertanyaanya apakah keju dibuat secara halal?
GELATIN BABI
Elfi juga meminta agar siswa berhati-hati dengan minuman dan permen.
“Di Indonesia masih banyak menggunakan gelatin. Tulang babi. Maka cari yang berlogo halal. Kapsul juga cangkangnya dari tulang,” katanya.
Tak hanya makanan, minuman, bahkan obat, vaksin Covid19, semua umat Islam menginginkan sesuai syariat Islam.
“Pilihlah makanan, jadikanlah obatmu. Maksudnya untuk mencegah penyakit. Bukan malah kebalikannya obat jadi makanan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Smamda Surabaya menggelar Fisa XI yang wajib diikuti seluruh siswa. Kepala Smamda Surabaya, Astajab MM menjelaskan, Fisa bertujuan agar siswa mendapatkan wawasan terkait dunia Industri.
“Harapan kami, siswa bisa menjadi pengusaha sukses. Bisa terinspirasi. Tak hanya menjadi karyawan tapi jadi pengusaha,” ujarnya.
Dalam seminggu ini, Smamda telah menggelar kegiatan Fisa mulai kelas XII, X dan hari ini kelas XI. Bagus












