Salah satu narasumber yang dihadirkan majalahnurani.com saat menggelar talkshow motivasi menghafal Alquran di Pameran Busana Muslim dan Makanan Halal, Sabtu (4/12) yakni Ustadah Karimah Nuril.
Ustadah Rima, sapaannya, juga merupakan salah satu dewan juri pada lomba tahfid juz 1 tingkat SD SMP se-Jawa Timur. Alumni Ponpes Al Iman Mojokerto ini mengaku, memang tidaklah mudah menghafal Alquran. Apalagi seusia remaja umumnya, yang masih suka bermain.
Namun demikian alasan itu tidak menyurutkan niat Ustadah Rima untuk menghafal Alquran.
“Waktu SMP saya ndak punya hafalan. Cuma juz 29 dan 30,” kenang muslimah asal Sidoarjo ini.

FAKTOR LINGKUNGAN
Menurutnya salah satu faktor yang membuat Ustadah Rima akhirnya mampu menghafal Alquran yakni karena lingkungan yang mendukung.
“Kalau lingkungan ga mendukung, kita juga ngga semangat,” tuturnya.
Oleh karena itu, lingkungan menjadi sangat penting ketika anak belajar menghafal Alquran.
“Saya juga memaksakan dengan niat keras agar bisa menghafal Alqutan. Mulai dari tiap hari dua halaman, menjadii tiga halaman dan seterusnya,” sambungnya.

Singkat cerita hingga akhirnya Ustadah Rima lulus dari pesantren dan mampu menghafal Al quran. Hingga akhirnya dia melanjutkan berkuliah di UIN Sunan Ampel Surabaya.
Awal pendaftaran di UINSA, Ustadah Rima tak menduga jika saat itu perguruan tinggi menerima mahasiswa baru dari jalur prestasi yang salah satunya yakni hafalan Alquran.
“Dan akhirnya saya diterima di UINSA berkat hafalan Alquran ini,” terangnya. Bagus












