BKKBN atau Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional sebagai penerima mandat dari Presiden dalam upaya penanganan stunting terus melaksanakan berbagai kegiatan di semua daerah. Salah satunya melalui Program sosialisasi dan KIE bangga kencana bersama mitra kerja. Kali ini, Sosialisasi dengan tema Karena anak adalah pembawa harapan, cegah stunting sejak dalam kandungan, yang dilaksanakan pada Hari Selasa (9/8/2022) bertempat di PG RA MI Nurul Ulum Grabagan Tulangan Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Biro Hukum, Organisasi, Tata Laksana, BKKBN Pusat, dr. Hariyadi Wibowo, SH Mars, Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina, dan Dra. Sofia Hanik, M.M., Koordinator Bidang ADPIN (Advokasi Penggerakan Informasi), serta perwakilan OPD.
Program sosialisasi dan KIE bangga kencana bersama mitra kerja itu, juga menghadirkan para kader setempat. Mengawali acara, Arzeti Bilbina mengucapkan selamat datang kepada peserta serta ucapan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kelancaran kegiatan.
Dalam penyampaiannya, Arzeti Bilbina sebagai perwakilan anggota DPR RI Komisi IX ini mengatakan, sosialisasi dengan tema Karena Anak Adalah Pembawa Harapan, Cegah Stunting Sejak Dalam Kandungan ini, menjelaskan melalui sosialisasi ini semua pihak diharapkan bisa bersama-sama menggali potensi dalam memberikan kontribusi yang dilakukan dalam mendukung suksesnya program Bangga Kencana. Para orang tua diharapkan untuk bertanggung jawab tentang pembinaan si anak. Mulainya anak bergerak dan bangun itu awalnya dari rumah, oleh karenanya orangtua harus mulai meningkatkan pemahamannya tentang kesehatan reproduksi anaknya.
“Dimulai dari kita mempersiapkan kondisi seorang perempuan mengenai kehamilan, bukan hanya kehamilan di awal, tentunya harus melihat reproduksi sehat. Reproduksi perempuan itu siap untuk dibuahi itu pada usia 21 atau 23 tahun, jadi kalau anak-anak kita baru usia 17 atau 18 tahun kemudian mereka meminta untuk menikah. Kita bisa tangguhkan dahulu,” Ujarnya.
“Alangkah, lebih baiknya jika segala sesuatu kita persiapkan dengan strategi atau persiapan yang baik, semua harus dapat kita rencanakan dengan baik, anak-anak kita menjadi anak-anak yang sehat cerdas, yang tentunya akan menjadi Harapan Bangsa,” jelas Arzetti.
Sedangkan, Koordinator Bidang ADPIN, Dra. Sofia Hanik, M.M., menjelaskan bahwa stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.
Menurutnya, Guna mendukung suksesnya pelaksaaan program Bangga Kencana dan penurunan angka stunting menjadi 14% di tahun 2024 dan optimalisasi KIE Program Bangga Kencana, kehadiran new media menjadi sebuah hal yang tidak dapat dipisahkan.
Program Bangga Kencana ini memiliki 3 aspek. Pertama, Pembangunan Keluarga. Bagaimana membina keluarga mulai dari balita dan anak, keluarga remaja dan juga bagaimana membina keluarga lansia agar menjadi lansia Tangguh.
Kedua, Hal yang terkait grand design kependudukan serta pelaksanaan pembangunan yang sangat dipengaruhi oleh jumlah dan kualitas penduduk yang ada.
Ketiga, Keluarga berencana. Dalam hal ini keluarga berencana bukan hanya dilihat dan bicara masalah alat kontrasepsi semata, tapi keluarga berencana juga mencakup bagaimana Kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga agar bisa mewujudkan keluarga berkualitas.
“BKKBN itu diamanahkan tiga program tahun 2021 oleh Presiden yaitu untuk menurunkan prevalensi stunting tahun 2024 menjadi 14%, Masyarakat diharapkan untuk merencanakan keluarga Dua Anak Cukup, pembangunan keluarga mulai balita sampai lansia. Dimulai dari balita sampai lansia Bagaimana mendampingi ketika punya anak remaja, ada program yang namanya program genre, yang biasanya itu menyasar di sekolah-sekolah, dari SMP sampai perguruan tinggi,” terangnya.
Sosialisasi yang dihadiri oleh para kader, calon pengantin,ibu balita dan ibu hamil diakhiri dengan kuis dan doorprize. Ym






