MUI Sebut Tantangan Dakwah yakni Pemahaman Sepilis

Ketua Lembaga Dakwah Khusus Majelis Ulama Indonesia (LDK-MUI) Ustaz Abu Deedat Syihabuddin menyampaikan bahwa dakwah dapat dilakukan ke dalam dan ke luar. Ini sesuai dengan firman Allah SWT yang terdapat di dalam surat An-Nahl ayat 125.

“Dakwah ke dalam maksudnya adalah pembinaan kepada umat muslim seperti yang biasa kita lakukan, sedangkan dakwah ke luar adalah mengajak orang di luar Islam untuk kembali kepada Islam,” kata Ustaz Abu, ketika membekali kemampuan dakwah para du’at, saat menggelar workshop dakwah di Puncak, Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/8).

Ustad Abu yang juga Ketua Bidang Kerukunan Umat Beragama Dewan Da’wah menambahkan, di antara tantangan dakwah selain pendangkalan akidah juga pemahaman sekularisme, pluralisme, dan liberalisme yang disingkat menjadi sepilis.

“Karena itu, di antara tugas MUI adalah himayatul ummah (menjaga umat), himayatud din (menjaga agama), dan himayatud daulah (menjaga negara),” ujarnya.

Sementara, Brother Lim, yang juga pemateri, menyampaikan kepada para peserta workshop terkait metode dakwah yang efektif. Menurut dia, dakwah kurang berhasil jika dilakukan tanpa adanya rasa cinta kepada objek dakwah (mad’u).

“Karenanya penting untuk membangun pertemanan yang baik dengan siapa saja, bagaimana kita berdakwah tanpa membuat jarak dengan lawan bicara. Kemudian setelah itu sampaikan Islam dengan bahasa dan analogi yang mudah dipahami,” tutur Brother Lim.

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan berbagai pihak. Di antaranya Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, LDK MUI, Jim Media Channel, Akhwat Bershalawat, Syaqinah, dan Aula Family. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *