Bersama Arzeti Bilbina, BKKBN Pusat Gencar Sosialisasi Pencegahan Stunting

Arzeti Bilbina perwakilan DPR RI Komisi IX, sebagai Mitra Kerja BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Pusat, gencar melaksanakan Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana di penjuru negeri ini. Kegiatan itu, dalam rangka untuk penanganan pencegahan stunting sejak dalam kandungan, dengan tema karena anak pembawa harapan. 


Kali ini, Kamis (11/8/2022) tepatnya di Balai Desa Sidokepung Buduran, Sidoarjo, BKKBN Pusat bersama mitra kerja menggelar Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana, dengan mengundang para kader desa. Turut hadir dalam kegiatan itu adalah, Arzeti Bilbina perwakilan DPR RI Komisi IX, sebagai Mitra Kerja BKKBN Pusat, Suhartuti Kordinator Bidang KS-PK Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Ainun Amalia Kepala Dinas PPPA dan KB, Kepala Desa Sedokepung serta para kader desa.


Acara tersebut dibuka langsung oleh Arzeti Bilbina perwakilan DPR RI Komisi IX, sebagai Mitra Kerja BKKBN Pusat. Dalam sambutannya, Arzeti menerangkan, kegiatan sosialisasi ini merupakan agenda tahunan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menyukseskan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di seluruh indonesia. Selain itu, Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) berupaya maksimal untuk menurunkan angka stunting di semua wilayah hingga mencapai zero (nol).

Baca juga  Kota Mojokerto Peringkat 4 Nasional Pendaftaran Perlinsos, Strategi Gandeng RT-RW jadi Kunci Keberhasilan


“Kita berharap, agar kegiatan sosialisasi BKKBN Pusat dan KIE untuk pencegahan stunting ini, dapat dioptimalkan dengan baik. Sehingga, masyarakat luas bisa semakin memahami pentingnya membangun keluarga yang berkualitas, mencegah pernikahan dini dan mengatur kehamilan di usia dini serta fokus pada pencegahan status gizi buruk, yaitu stunting. Terpenting, kita bersama sama cegah stunting sejak dalam kandungan. Karena, anak pembawa harapan,” jelasnya.


Menurut, Arzeti Bilbina, disamping upaya pencegahan stunting dimulai dari balita yang mengalami stunting, juga harus diawali, dari ibu sebagai calon orang tua yang akan melahirkan anak-anaknya. Para calon ibu atau ibu yang sedang hamil itu, harus menerima pemahaman sebelum menikah dan hamil. Stunting itu juga dipicu soal minimnya pengetahuan soal penyebab stunting. Kegiatan sosialisasi yang menghadirkan remaja dan calon pengantin serta para kader ini,  supaya menerima edukasi secara langsung soal pencegahan stunting. Sebenarnya, stunting dapat dicegah dari hulu hingga hilir. Demi karena lahirnya generasi baru yang sehat. Para ibu telah menjadi garda terdepan menjadikan generasi muda yang hebat dan melahirkan anak-anak hebat.

Baca juga  Serap Aspirasi Warga, Ketua DPRD Kota Mojokerto Ery Purwanti Beri Solusi Terkait Drainase hingga Sampah

“Langkahnya, pertama untuk pencegahan stunting adalah dengan membenahi kesehatan reproduksi sebelum menikah kemudian perbaikan gizi. Karena stunting itu adalah pembicaraan gizi. Komitmen bersama dapat menurunkan angka stunting secara drastis lagi ke depan. Kita harus tetap waspada, karena kita hidup berdampingan dengan pandemi maupun endemi. Karena, masih terdengar beberapa keluarga masih terkena covid 19, kami semua telah menjadi garda terdepan untuk menjadi bagian dalam memutus rantai wabah pandemi ini. Disamping itu, kita juga sebagai garda terdepan BKKBN sebagai untuk pencegahan stunting. Kita harus berusaha maksimal, tumbuh kembangnya anak anak kita berjalan dengan baik, kita harus memantau terus tumbuh kembang anak anak, agar pertumbuhannya sesuai atau serasi dengan usia, tinggi, berat badan serta kecerdasan. Karena stunting adalah harapan pemerintah di Tahun 2024, target penurunannya sebesar 14 persen, dari saat ini 28 persen si Tahun 2022. Artinya ada 2 Tahun, ada 14 persen yang harus kita tuntaskan, agar terciptanya generasi generasi yang hebat untuk menggantikan masa dari para pemimpin hebat yang ada di negeri ini. Karena, anak anak kita harus tumbuh sehat dan hebat dalam menghadapi kompitisi tinggi, dan merupakan tanggung jawab kita bersama,” terangnya. Ym

Baca juga  Gubernur Jatim Salurkan 65,7 Ton Bantuan Gempa NTT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *