Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Direktur Utama BSI Hery Gunardi, di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, pada Rabu (21/9).
“Hari ini PBNU menandatangani MoU dengan BSI untuk membangun kerja sama dalam mengembangkan kapasitas ekonomi masyarakat,” ungkap Gus Yahya, dalam siaran pers.
“Kita berharap ke depan BSI bisa menyajikan produk perbankan unggul yang memberi keuntungan pada masyarakat dalam mengakses layanan keuangan yang ada,” harap Gus Yahya.
“Kita punya perbankan alternatif yang bisa memberikan keuntungan dan kemudahan bagi masyarakat,” tutur Gus Yahya.
Sementara itu, Dirut BSI Hery Gunardi mengungkapkan rasa syukur atas kerja sama yang dijalankan bersama PBNU. Ia mengatakan, PBNU merupakan mitra strategis bagi BSI.
Hery menegaskan, pihaknya akan menjadi bank syariah yang universal sekaligus modern dan inklusif terhadap semua kalangan, seperti yang dipesankan oleh Presiden Jokowi.
“Inklusif bukan eksklusif. Kalau eksklusif membatasi gerak, apalagi Islam itu rahmatan lil alamin. Artinya BSI tidak membedakan nasabah,” ungkap Hery. Bg






