Ampuh Jatim Prihatin Jamaah Umrah Gagal Berangkat Akibat Kesalahan KKP

Afiliasi Mandiri Penyelenggara Umrah & Haji Indonesia (Ampuh) Jawa Timur turut prihatin atas gagalnya puluhan jamaah umrah yang diduga akibat kesalahan komunikasi (misscommunication) antara KKP, Maskapai dan Migrasi.

Ampuh berharap ada perhatian Pemerintah atas kejadian ini dan ada yang bertanggungjawab.

Sebelumnya diberitakan majalahnurani.com, ada 94 jamaah yang gagal berangkat. Namun akhirnya ada 27 jamaah travel anggota Ampuh, seizin Allah yang akhirnya diberangkatkan.

Ketua DPD Ampuh Jatim Hj Umi Kulsum mengatakan, pihaknya ikut merasakan prihatin dan menyesalkan kegagalan keberangkatan jamaah umrah di T2 bandara Juanda.

“Hanya karena dokumen ICV yang belum di stamp pihak KKP juanda,” ungkapnya diwawancarai, Rabu (28/9).

Baca juga  MUI Buka Suara Soal Kemenhaj Libatkan Non Muslim jadi Petugas Haji

Dijelaskanya, pihak travel akhirnya kembali membeli tiket pesawat untuk 27 jamaah yang hampir gagal umrah. Pesawat Citilink tujuan Surabaya-Jakarta, kemudian Batik Air Jakarta-Kuala Lumpur dan terakhir SV dari Kuala Lumpur ke Jeddah.

“Karena mengejar keberangkatan pesawat Kuala Lumpur – Jeddah pada pukul 13.00 wib di hari esoknya. Kami upayakan membantu jamaah tetap berangkat,” sambungnya.

Dari kejadian itu, travelnya pun harus menanggung beban biaya sendiri. Dengan rincian tiket pesawat per jamaah yakni sebesar 5,3 juta rupiah. Maka sebanyak 143 juta yang harus ditanggung travel tersebut untuk 27 jamaah.

“Adanya miskomunikasi antara pihak KKP dan airlines, yang seharusnya bukan tugas dan tanggung jawab travel atau penumpang. Tapi merupakan tugas dan tanggungjawab aparat di bandara, dalam kasus ini adalah KKP,” ungkapnya.

Baca juga  UNAIR Jadi Tuan Rumah KPPTI 2026

Lebih dari itu, Ampuh mengharapkan Kemenag melakukan tugasnya untuk membina dan melindungi jamaah serta PPIU agar tidak terus-terusan menjadi korban.

Agar kejadian ini tidak menimpa travel atau jamaah lainnya,  papar Umi, anggota Ampuh yang mengalami kerugian juga sudah menempuh jalur hukum dengan menyerahkan berkas laporan itu ke pihak yang berwewenang.

“Kami berharap kejadian seperti gagalnya jamaah yang tidak berangkat menjadi sebuah pelajaran dan jangan terulang kembali. Kasihan karena dari pihak travel mengalami kerugian yang sangat besar dan beban moril untuk jamaah kerugian material dan non meterial,” tegasnya. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *