Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Timur (Jatim) Sjamsul Arief memaparkan data sebanyak 13 balita meninggal dunia akibat gangguan gagal ginjal akut misterius. Dijelaskannya bahwa peristiwa ini terjadi di dua daerah di Jatim yaitu Surabaya dan Malang. Dan yang paling banyak memakan korban adalah Kota Pahlawan.
“Yang meninggal dunia di Kota Surabaya sebanyak 10 balita, sedangkan di Malang ada tiga balita. Semua anak itu meninggal akibat gangguan gagal ginjal akut,” ujarnya, kepada media Kamis (20/10).
Sebanyak 13 balita yang meninggal itu rata-rata berusia mulai satu hingga lima tahun. “Untuk data detailnya saya tidak bisa menyampaikan karena itu hanya ada di RSUD dr Soetomo Surabaya dan RSUD Saiful Anwar Malang,” ucapnya.
Ada sekitar 24 kasus gangguan gagal ginjal akut misterius di Jatim. 15 diantaranya di Surabaya dan 9 lainnya di Malang. Namun, Sjamsul tidak dapat memastikan apakah 24 anak tersebut merupakan warga Surabaya dan Malang saja. Tetapi kemungkinan adalah pasien rujukan dari daerah lain.
“Tidak tahu, itu data dari RSU dr Soetomo dan RSUD Saiful Anwar. Karena dua RS tersebut yang bisa melakukan hemodialisa (terapi cuci darah), mungkin rujukan dari kabupaten-kota lain,” tegasnya. Bg











