Ada yang spesial pada peringatan Hari Pahlawan 10 November di SD Muhammadiyah 18 Surabaya. Pasalnya bertepatan dengan momen itu, SD Muhammadiyah 18 berupaya mewujudkan lingkungan sekolah yang Aman, Rekreatif, Edukatif, dan Kegotongroyongan dengan melaunching Program SAS (Sekolahe Arek Suroboyo).
Tentu saja dengan Program SAS, maka SD Muhammadiyah 18 menjadi sekolah yang nyaman bagi si kecil buah hati Anda dan bebas dari (pekerjaan rumah (PR).
Launching SAS ini lebih dulu diawali dengan pertunjukan teaterikal perjuangan arek Suroboyo yang diperankan siswa siswi. Barulah di puncak acaranya, launching SAS ditandai dengan pelepasan burung Merpati dari sangkarnya sebagai simbol kebebasan dan kemerdekaan.

Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya, Ustazah Baroroh Berlian Noviantika menegaskan, program SAS ini merupakan program bermutu. Karena menjadikan siswa aman, rekreatif, edukatif dan kegotongroyongan.
“Maksudnya anak-anak sekolah disini itu aman, nyaman ramah lingkungan. Kemudian rekreatif, anak menjadi senang dan betah,” ungkapnya, Kamis (10/11).
Ustazah Novi melanjutkan, edukatif di Program SAS, merupakan lingkungan yang diharapkan menjadikan karakter anak lebih baik lagi. “Sekolah ini dibutuhkan kebersamaan untuk menciptakan lingkungan dan pendidikan bermutu,” tambahnya.
Ustazah Novi mengakui bahwa SD Muhammadiyah 18 juga meniadakan tugas PR berupa materi soal-soal. “Jadi PR-nya nanti berupa pembentukan karakter anak. Contoh PR-nya membantu orang tua mencuci piring dan membersihkan rumah, bukan soal-soal,” tandasnya.

Reyna Anindya Naraya, siswi kelas 6 Wind, mengaku senang sekali dengan program tersebut. Bahkan dia terus bersyukur lantaran tidak ada tugas PR lagi. Namun demikian, Reyna bisa leluasa membuat project bersama teman lainnya.
“Seneng nggak ada PR. Jadi bisa ngerjain project. Kemudian diskusi sama temen-teman dan keluarga,” ungkapnya usai mengikuti pelepasan Merpati. Bg












