Pagi itu Laily dan Kalyla bersemangat sekali menempelkan daun ketela diatas sehelai kain berukuran 1×3 meter. Beberapa kali siswi kelas 4 Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya ini sibuk menata daun-daun dan bunga hingga akhirnya tersusun rapi. Ada beragam dedaunan yang ditatanya.

“Daun ini ditempelkan. Tapi harus dibasahi dulu kainnya. Baru nanti jadi batik ecoprint,” cerita Laily kepada majalahnurani.com, Senin (5/12).
“Kalau uda jadi, nanti baru dikukus di panci,” sambung Kalyla sambil menunjukkan tahapan membuat batik ecoprint.
Itulah rangkaian proyek pembuatan kreasi batik ecoprint yang digelar SD Muhammadiyah 24 Surabaya.

Kepala SD Muhammadiyah 24 Surabaya Ustazah Norma Setyaningrum menjelaskan bahwa batik ecoprint salah satu kreasi produk ramah lingkungan.
“Berbahan utama dedaunan dan bunga yang ada di sekitar kita membuat produk ini mudah dibuat. Dan tentu ramah lingkungan karena mudah diurai dan tidak mengandung zat kimia yang berbahaya,” ujarnya.
Pihak sekolah juga melibatkan kader lingkungan dan anggota UMKM Ecoprint Jambangan Surabaya untuk membantu siswa dalam membuat batik. Ustazah Norma berharap dengan adanya kegiatan membatik ecoprint maka bisa menumbuhkan karakter anak.
“Anak bangkit jiwa kolaborasinya. Karena ini berkelompok dan bisa berpikir kritis,” ungkapnya.
Dijelaskan bahwa seminggu sebelumnya, siswa sudah mencari dedaunan lebih dulu untuk mencoba membuat batik ecoprint. Namun ada yang gagal. Hingga akhirnya di pagi itu, siswa pun berhasil membuat batik ecoprint didampingi narasumber UMKM Ecoprint Jambangan.
“Jadi memang sudah mencari daun. Sudah dicoba dan gagal karena tidak keluar warna daunnya. Tadi juga bisa belajar langsung dari pakarnya narasumber. Mereka termotivasi,” urainya.

Sementara guru wali kelas 4 tangguh Ustaz Rohman Galih menambahkan, batik ecoprint ini selain ramah lingkungan, juga bernilai tinggi dan cantik kreatif.
“Alhamdulillah anak semangat antusias. Kita berharap anak bisa membuat produk berharga seperti batik ecoprint ini,” tegasnya. Bg






