KBTK Al Falah Surabaya terus berkomitmen membentuk karakter anak sejak dini berakhlakul karimah namun tetap mencintai budayanya.

Seperti halnya program Pekan Budaya yang digagas pihak KBTK Al Falah Surabaya. Pagi itu, Jumat (27/1/) puncak rangkaian kegiatan Pekan Budaya yakni mengajak sekaligus mengenalkan ke siswa permainan tradisional Jawa Timur. Sebelumnya sudah ada kegiatan Fesyen pakaian adat Jawa Timur dan belajar bahasa Jawa Timur.
“Tadi keseruannya anak-anak kita ajak bermain cublek suweng, engkle, baksodor, dakon, lompat tali,” ungkap Kepala KBTK Al Falah Surabaya Ustazah Rina Rahayu.

Bagi Ustazah Rina, menumbuhkan cinta budaya ke anak sejak dini sangat penting. Menurutnya, ini akan menumbuhkan antusias anak dalam permainan tradisional.
Lebih dari itu, permainan semacam ini juga akan membatasi anak dalam menggunakan gadget. “Jadi ini juga salah satu cara KBTK Al Falah Surabaya agar anak tidak melupakan permainan tradisinal dan bisa membatasi dalam bermain gadget,” sambungnya.

Ustazah Rina mengakui bahwa saat ini mayoritas anak cenderung bermain gadget ketimbang permainan tradisional. Padahal, jika permainan tradisional ini digalakkan, maka banyak hal positif yang bisa didapatkan anak.
“Anak cepat berkomunikasi dengan temannya. Anak lebih senang karena banyak teman dalam permainan ini. Nah program seperti inilah yang akan kita jalankan,” ungkapnya.
Seperti diketahui bahwa KBTK Al Falah Surabaya memiliki progam belajar dan bermain sehingga membuat anak mampu menyerap dengan mudah. Diantaranya program Pekan Budaya, Marhaban Ya Ramadhan serta Ramadhan Ceria. Bagus







