Wali Kota Mojokerto Banggakan Layanan Poli Eksekutif RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo

Masyarakat Kota Mojokerto dan sekitarnya kini tidak perlu jauh-jauh mencari layanan kesehatan lanjutan ke Surabaya. Sebab RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo milik Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto kini sudah memiliki Poli Eksekutif yang pelayanannya setara dengan rumah sakit rujukan yang ada di Surabaya.

Poli Eksekutif ini memang baru diresmikan 19 Desember 2022. Namun sejauh ini masyarakat yang merasakan layanannya sudah banyak. Poli eksekutif ini kemudian menjadi kebanggaan warga Kota Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari juga turut membanggakan keberadaan Poli Eksekutif ini. Menurutnya, tidak semua pemerintah daerah tingkat II di Indonesia, bahkan di Jawa Timur, yang memiliki rumah sakit milik daerah. Misalnya Kota Batu yang tidak memiliki RSUD. Kota Batu hanya mempunyai layanan kesehatan tingkat Pratama. Sementara untuk layanan lanjutan atau rujukan tidak punya.

“Kebetulan di Kota Mojokerto ini lengkap, layanan kesehatan Pratama ada, (layanan) lanjutannya juga punya. Sehingga kami berharap dari layanan Pratama sampai ke lanjutan ini kita bisa meemberikan layanan kesehatan yang paripurna kepada masyarakat kita,” ujarnya dalam acara Ngopi (Ngobrol Penuh Inspirasi) Bareng Media di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kamis (16/2/2023) sore.

Wali Kota Mojokerto Ngopi Bareng bersama media se Mojokerto Raya

Ning Ita, sapaan akrab wali kota menambahkan, keberadaan Poli Eksekutif bukan berarti mendorong warganya untuk menjadi pasien. Namun lebih mengedepankan upaya preventif yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Mojokerto.

Baca juga  Cegah Penyimpangan, Kejari Kota Mojokerto Musnahkan Ratusan Barang Bukti Perkara Inkracht

“Layanan itu (Poli Eksekutif) tidak semuanya dimiliki rumah sakit lain, baik Rumah sakit swasta, maupun milki BUMN,” tegasnya.

Poli eksekutif ini, imbuh Ning Ita, merupakan inovasi baru yang dimiliki Pemkot Mojokerto karena melihat pangsa pasar di Mojokerto yang banyak masyarakat kategori ekonomi atas lebih memilih layanan kesehatan ke luar daerah, seperti memilih ke Surabaya.

“Sedangkan di Mojokerto, khususnya di RSUD dr wahidin kita memiliki potensi Sumber Daya Manusia dokter spesialis 57 orang dengan berbagai jenis layanan penyakit. Lengkap, Ada semuanya,” imbuh Ning Ita.

Wali Kota perempuan pertama di Mojokerto ini menyebut ada mindset di masyarakat bahwa rumah sakit milik pemerintah daerah itu biasanya untuk layanan yang BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), yang tidak membayar, dan untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Mindset itu menurut NIng Ita tidak salah, namun ia juga menunjukkan bahwa di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo juga punya mempunyai layanan kesehatan untuk masyarakat dari kalangan ekonomi atas.

“Ini bisa kita fasilitasi. Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh mencari layanan kesehatan ke Surabaya kalau memang di Mojokerto ada kualitas layanan yang setara seperti di sana. Seluruh layanan kita ada. yang gratis JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) atau BPJS kita layani, yang layanan eksekutif juga dilayani. Ini yang ingin saya sampaikan kepada masyarakat. Ini butuh peran media untuk bersama-sama mempublikasi layanan tersebut,” imbuhnya.

Baca juga  Ratusan Kader NasDem Kota Mojokerto Demo, Ada Apa?
Petugas kesehatan yang ramah di Poli Eksekutif RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo

Sesuai namanya, Poli Eksekutif memberikan layanan dengan fasilitas yang eksekutif dan privat. Lebih nyaman, ada cafe di dalamnya, ruang tunggu AC dengan fasilitas seperti loby hotel dan juga tidak perlu mengatri karena akan dilayani secara eksekutif. Ada 57 dokter spesialis dengan 20 jenis layanan penyakit sesuai spesialisasinya.

“Jadi RSUD dr Wahidin saat ini tidak hanya melayani masyarakat yang masuk dalam JKN atau yang dikenal dengan BPJS. Tapi juga memiliki layanan di Poli Eksekutif yang memiliki 57 Dokter Spesialis,” pungkas Ning Ita.

Sebelumnya, awak media yang terbagi menjadi tiga grup dan dikoordinir oleh Diskominfo Kota Mojokerto melakukan Pers Tour menyusuri beberapa ruangan di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, termasuk mengunjungi Poli Eksekutif. Kesan yang pertama muncul saat memasuki ruangan Poli Eksekutif adalah bersih, nyaman dan keramahan petugas tenaga kesehatan.

Ika Fitriya, Perawat di Poli Eksekutif mengatakan, sejak dua bulan diresmikan, Poli Eksekutif sudah melayani sebanyak 173 pasien. Sehari rata-rata ada 5 hingga 6 pasien. Di poli ini juga punya bagian Farmasi sehingga pasien tidak perlu antri lagi di ruangan farmasi lainnya. Cukup duduk di Poli Eksekutif dan menunggu untuk mengambil obat. Maksimal menunggu 30 menit.

Baca juga  Ambil Sumpah PNS dan Pejabat Fungsional, Begini Arahan Wali Kota Mojokerto

“Biasanya kalau poli reguler, mohon maaf, memang harus antri. Ada laboratorium di sini, jadi pasien hanya duduk nanti kita yang melayani dari petugas laborat. Kalau layanan Radiologi juga langsung diantarkan oleh petugas, dan dikerjakan tanpa antri karena ada petugasnya sendiri,” ujarnya.

Satu lagi yang membedakan layanan di Poli Eksekutif, yakni pasien bisa request dokter spesialis yang diinginkan. Berbeda dengan di Poli reguler yang mau tidak mau harus mengikuti jadwal dokter yang ditetapkan oleh rumah sakit.

“Semua jenis poli spesialis ada, misalnya Poli Penyakit Dalam, Spesialis Anak, Spesialis Kandungan, Spesialis THT dan sebagainya. Semuanya poli yang ada di reguler itu ada di sini,” imbuh Ika Fitriya.

Pelayanan yang baik dari Poli Eksekutif ini dirasakan Herda, warga Mojokerto. Perempuan berjilbab ini merasakan banyak kemudahan pelayanan. Lebih cepat, dan pelayanannya tidak bertele-tele.

“Saya kena Kanker Payudara, habis kemoterapi dan sekarang sedang kontrol. Pelayanannya baik, sudah bagus, tidak ada saran. Ya mungkin ditingkatkan gitu aja, soalnya kan sudah bagus,” ungkapnya. Ym

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *