BPS Jatim (Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur) menyebut bahwa nilai ekspor dan impor di Jatim pada April 2023, menurun. Ini disampaikan Umar Sjaifudin, MSI, Fungsional Statistisi Ahli Madya BPS Jatim saat menggelar press conference pada Senin (15/5).
“Nilai ekspor Provinsi Jawa Timur pada April 2023 senilai USD 1,34 miliar atau turun sebesar 27,97 persen dibandingkan Maret 2023. Nilai tersebut dibandingkan April 2022 turun sebesar 38,82 persen,” ungkapnya.

Dijelaskan turunnya nilai tersebut lantaran ekspor nonmigas pada April 2023 mencapai USD 1,31 miliar atau turun sebesar 26,07 persen dibandingkan Maret 2023. Nilai tersebut dibandingkan April 2022 turun sebesar 37,19 persen. Sementara ekspor migas pada April 2023 mencapai USD 31,96 juta atau turun 64,88 persen dibandingkan Maret 2023.
“Nilai tersebut turun sebesar 70,43 persen jika dibandingkan April 2022,” urainya.
Selain ekspor, Umar juga menyebut bahwa nilai impor Provinsi Jawa Timur pada April 2023 mencapai USD 2,06 miliar atau turun sebesar 21,25 persen dibandingkan Maret 2023. Nilai tersebut dibandingkan April 2022 turun sebesar 25,76 persen.
Kemudian impor nonmigas April 2023 mencapai USD 1,55 miliar atau turun sebesar 26,17 persen dibandingkan Maret 2023. Nilai tersebut dibandingkan April 2022 turun sebesar 28,48 persen. Impor migas, katanya, pada April 2023 mencapai USD 0,50 miliar atau turun sebesar 0,83 persen dibandingkan Maret 2023.
“Nilai tersebut turun sebesar 15,88 persen jika dibandingkan April 2022,” tegasnya.
Mengapa menurun? Umar memaparkan bahwa perekonomian negara mitra dagang Jatim, seperti Tiongkok, Amerika dan Jepang, pada April 2023 masih terkontraksi yang terlihat dari data manufacturing PMI dibawah 50 dan disebabkan permintaan domestik yang lemah.
Selain itu, hingga April 2023 harga komoditas energi turun 20 persen. Komoditas pertanian pada level 14 persen lebih rendah dibanding tahun lalu. “Kemudian harga emas juga mengalami penurunan seiring menguatnya nilai tukar dolar AS,” tegasnya. Bagus







