LDII Jatim Gelar Silaturahim Syawal, Kuatkan Ukhuwah & Tegaknya NKRI

DPW LDII Jatim (Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia  Provinsi Jawa Timur) menggelar acara Silaturahim Syawal pada Kamis (18/5) di Aula Ponpes Sabilurrosyidin Annur Jl. Gayungan VII/11 Surabaya. Acara yang bertemakan Membangun Silaturahim untuk Menguatkan Ukhuwah dan Meneguhkan Tegaknya NKRI, dihadiri tokoh ulama ormas Islam, Forum Kerukunan Umat Beragama serta Forkopimda.

Dalam sambutannya, Ketua DPW LDII Jatim KH M Amordji Konawi menjelaskan pentingnya membangun silaturahim di Bumi Indonesia untuk meneguhkan tegaknya NKRI. “Kita jaga Jawa Timur, perkuat NKRI,” ujarnya.

Kepada Bagus wartawan majalahnurani.com, KH Amrodji Konawi mengakui jika saat ini kondisi bangsa sedang terpecah. Ini dilihat masih adanya bahasa kampret, kadrun, cebong, bahasa radikal dan sebagainya. “Ini nggak boleh terjadi. Saya yakin ini bukan watak bangsa kita. Saya melihat ini upaya bangsa asing untuk memecah belah kita,” ungkapnya.

Baca juga  Khofifah Dilantik Jadi Koordinator PPIH Embarkasi Surabaya 2026, Layani 44 Ribu Jemaah

Oleh karenanya, lanjut KH Amrodji, momen siang itu menggunakan bahasa silaturahim dengan harapan ormas satu sama lain, antar agama, antar suku, ini hebat. KH Amrodji juga meminta masyarakat jangan sampai terjebak dalam permusuhan. “Kita perlu rangkulan satu sama lain,” tegasnya.

Gubernur Jatim, Khofifah dalam sambutannya yang diwakili staf ahli Akhmad Jazuli, mengaku bersyukur lantaran LDII Jatim menjadi percontohan LDII seluruh Indonesia. Pasalnya, LDII Jatim mampu berkolaborasi dan mewarnai semua kegiatan Jatim.

“Setiap kegiatan LDII Jatim selalu menghadirkan tokoh umat beragama lain. Ada NU, Muhammadiyah. Kunci kedamaian ini harus dibangun dengan silaturahim seperti di LDII,” ujar Akhmad Jazuli.

Baca juga  Kyai Halim Soebahar Terpilih Jadi Ketum MUI Jatim 2025-2030

Akhmad juga membenarkan pentingnya penegakan persatuan kesatuan NKRI yang digaungkan LDII. Pasalnya NKRI sendiri harga mati. “LDII pun dengan bangga mengakui Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-undang,” pungkasnya. Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *