Inflasi Delapan Kota pada September Sebesar 3,01 Persen

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (BPS Jatim) merinci inflasi year on year (y-on-y) gabungan delapan kota pada September 2023 sebesar 3,01 persen. Tingkat inflasi month to month (m-to-m) gabungan delapan kota September 2023 sebesar 0,32 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,58. Ini disampaikan fungsional Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jawa Timur, Umar Sjaifudin M.Si, Senin (2/10).

Dijelaskan, pada level kota, Inflasi y-on-y September 2023 tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 4,47 persen dengan IHK sebesar 118,19 dan terendah terjadi di Madiun sebesar 2,16 persen dengan IHK sebesar 114,20. Sementara tingkat inflasi y-on-y September 2023 komponen energi sebesar 0,06 persen, secara m-to-m mengalami inflasi sebesar 0,81 persen. “Tingkat inflasi y-on-y September 2023 komponen bahan makanan sebesar 6,28 persen, secara m-to-m mengalami inflasi sebesar 0,79 persen,” papar Umar.

Baca juga  Sinergi Ekonomi, PCNU dan Kadin Surabaya Berkomitmen Bangun Kemandirian Umat

Menurutnya inflasi secara m-to-m pada September 2023 kemarin dipengaruhi kenaikan harga beras dan bahan bakar minyak (BBM). “Jadi harga beras masih mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya,” tandasnya.

Kenaikan harga beras tersebut bisa karena faktor cuaca, faktor pemberhentian ekspor beras oleh India, dan musim kemarau panjang, sehingga dari delapan kota mengalami kenaikan di komoditas beras. Sumenep mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar 12,97%, meskipun secara rerata kenaikan harga beras juga terjadi di 7 kabupaten/kota lainnya antara 5 sampai 8 persen.

“Jadi secara m-to-m, selain beras mengalami kenaikan 6,62 persen, sedangkan BBM mengalami kenaikan 1,44  persen. Dari dua komoditas itu berpengaruh lumayan tinggi pada inglasi September 2023 ini,” lanjut Umar.

Baca juga  Sinergi Ekonomi, PCNU dan Kadin Surabaya Berkomitmen Bangun Kemandirian Umat

Umar menambahkan, secara m-to-m memang terjadi kenaikan bila dibandingkan dengan Agustus tahun kemarin. Tapi bila dibandingkan secara y-on-y, dari September 2023 terhadap bulan September 2022, mengalami penurunan.  “Kalau secara y-on-y kemarin sebesar 4,04 persen, sekarang sudah 3,01 persen. Hal ini karena pada September 2022 kemarin terjadi kenaikan yang lumayan tinggi di harga BBM. Meskipun tahun ini BBM naik, tapi tidak sedrastis pada September 2022 lalu,” jelasnya. (Ra/Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *