Unusa Galang Dana dan Istighosah untuk Palestina

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggelar istighosah akbar untuk mendoakan Palestina pada Jumat (8/12) malam di Masjid Al Akbar Surabaya. Selain itu, Unusa juga menggalang donasi secara online maupun offline untuk diserahkan membantu rakyat Palestina. Hingga malam itu, sementara terkumpul donasi Rp 104.464.249. Penggalangan donasi ini akan berlanjut hingga akhir Desember dengan menargetkan terkumpul Rp 1 miliar.
Istighosah ini diikuti seluruh sivitas akademika Unusa dan masyarakat. Spesialnya, acara malam itu menghadirkan K.H. As’ad Said Ali, K.H. Lora Muhammad Ismael Al Kholilie, dan dua warga Palestina, Ihsan Idress dan Mutasem Abuzahra.

Dalam orasinya, K.H As’ad Said Ali menyampaikan mengenai sejarah dan kondisi palestina saat ini. “Situasi kompleks yang dihadapi Palestina saat ini, sudah semestinya kita melihat fakta yang terjadi. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menunjukkan dukungan dan keprihatinan kita terhadap Palestina, baik moral maupun materil seperti dalam bentuk kegiatan ini,” ujar mantan wakil Badan Intelijen Nasional Tahun 2000-2011 itu.

Baca juga  PCNU Surabaya Silaturahim ke Muassis NU

Pada kesempatan yang sama, sepasang suami istri asal Palestina, Ihsan Idress dan Mutasem Abuzahra, menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari warga Indonesia. “Dua bentuk dukungan yang sangat berarti bagi kami warga Palestina, yakni doa dan donasi, kami sangat berterima kasih. Dan kami akan terus berjuang disana untuk kesejahteraan dan melindungi Masjid Al-Aqsha,” ujarnya.

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., menjelaskan, sebagai institusi pendidikan, Unusa memiliki peran untuk tidak hanya menghasilkan generasi yang cerdas secara akademis. Tetapi juga generasi yang peduli, memiliki empati, dan siap bertindak untuk kebaikan bersama.
“Unusa menginisiasi kegiatan solidaritas ini tidak hanya sebagai bentuk dukungan moral, tetapi juga sebagai upaya nyata untuk memberikan bantuan kepada rakyat Palestina yang membutuhkan. Apalagi sebagai umat muslim, sudah menjadi kewajiban kita untuk tidak bersikap acuh dan pasif terhadap konflik yang terjadi di Palestina,” tukasnya.

Baca juga  Operasi Pasar 3 Hari dalam Sepekan, Pemkot Mojokerto Berharap Harga Beras Stabil

Jazidie melanjutkan, kemajuan teknologi saat ini memberikan kemudahan bagi umat muslim untuk menyuarakan dan memberikan bantuan kepada warga Palestina. “Aksi solidaritas ini bukanlah kewajiban yang terbatas oleh batas agama, politik, atau etnis, melainkan sebuah tanggung jawab kemanusiaan yang bersifat universal,” ujarnya.

Acara yang diselenggarakan Unusa diisi dengan serangkaian kegiatan mulai dari shalat ghaib, istighosah akbar, hingga penggalangan dana yang telah berjalan dua minggu sebelum acara berlangsung dan akan terus dibuka hingga tanggal 31 Desember 2023 mendatang.

Komitmen Unusa dalam kegiatan solidaritas untuk Palestina dianggap sebagai langkah positif yang mencerminkan peran nyata institusi pendidikan dalam mewujudkan perubahan sosial dan kemanusiaan. Harapannya, kegiatan ini dapat menginspirasi semangat kepedulian dan kebersamaan warga Indonesia dalam membantu warga Palestina yang tengah berjuang mendapatkan kedaulatannya. (Ra/Bagus, foto-foto: Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed