Jelang coblosan Pemilu 2024 rame-rame kampus negeri membuat petisi mengkritik Pemerintahan Jokowi. Banyak yang menunggu bagaimana sikap Unair soal ini.
“Kami punya sikap tegas. Sudah setahun lalu kita deklarasi. Ketika FRI (Forum Rektor Indonesia) 2023 kita sudah bicara demokrasi bermartabat,” ungkap Rektor Unair Prof Nasih diwawancarai majalahnurani.com Sabtu (3/2) di acara Airlangga Education Expo 2024.
Di deklarasi Pemilu bermartabat, kata Prof Nasih, Unair dengan tegas menolak politik uang. Bahkan pekan lalu Unair resmi mengundang caleg dari alumni warga. Di dialog bersama caleg, Unair lantang tegas agar bersikap anti politik uang dan lebih ke arah pengembangan SDM saja.
“Kami ingin stop politik uang, stop korupsi. Sikap kami sudah tegas beberapa waktu lalu. Tidak ada hal baru yang disampaikan. Bagi Unair sudah lama. Sekali lagi, sudah setahun lalu kami punya sikap,” urainya.
Prof Nasih memastikan, belakangan munculnya sikap dari berbagai kampus bukanlah sikap resmi kelembagaan. Namun itu hanya sikap dari warga kampus yang memang berhak menyampaikan pendapat.
“Itu bukan suara mewakili kelembagaan. Itu hanya bagian warga kampus yang punya sikap, suara, pilihan dan itu sah-sah saja,” terang Prof Nasih.
Belakangan kampus negeri menyampaikan petisi dan sikap mengkritik Presiden Jokowi. Diantaranya Universitas Gajah Mada (UGM) dan Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (Unpad). (Ra/Bagus, foto: Bagus)






