Operasi Pekat, Polres Mojokerto Berhasil Amankan 75 Kg Bahan Peledak, 12 Orang Diamankan

Selama pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2024, Polres Mojokerto berhasil mengungkap banyak kasus. Salah satunya berhasil mengamankan 75 kg bahan peledak (Handak).

Hal itu diungkap Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto dalam konferensi pers Pemusnahan Barang Bukti hasil Operasi Pekat, di halaman Mapolres Mojokerto, Rabu (3/4/2024).

AKBP Ihram mengatakan, Operasi pekat itu targetnya antara lain premanisme, prostitusi, pornografi baik konvensional maupun online, judi konvensional maupun online, bahan peledak (handak) petasan mercon, kembang api, serta penyalahgunaan narkoba.

Untuk kasus Bahan Peledak (Handak), AKBP Ihram menjelaskan, Polres Mojokerto dan Polsek jajaran berhasil mengamankan 75 Kg bahan peledak dari beberapa pelaku tindak pidana di berbagai tempat yang berbeda.

Baca juga  Pemerintah Longgarkan Syarat Warga Ajukan Kredit Rumah Subsidi

“Bahan peledak ini awalnya untuk diedarkan diperdagangkan, namun hanya sebagian yang sudah siap akan digunakan untuk kegiatan yang konon kabarnya kalau zaman dahulu untuk meramaikan ramadan, namun faktanya berdasarkan fakta informasi dari wartawan, LSM dan masyarakat (Handak) sangat meresahkan,” ujarnya kepada awak media, Rabu (3/4/2024).

Oleh karena itu AKBP Ihram dengan tegas memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyitaan terhadap bahan peledak. Proses penyitaan bahan peledak itu dengan didampingi Forkopimcam dan kepala desa kepada siapapun yang memiliki bahan peledak.

“Tersangka bahan peledak saat ini kami masih melakukan pengembangan, yang ada di kami ada 12 pelaku kejahatan dan tidak menutup kemungkinan pengembangan akan terus kita lakukan terhadap pengungkapan tersebut,” bebernya.

Baca juga  Pemerintah Longgarkan Syarat Warga Ajukan Kredit Rumah Subsidi

Bahan peledak tersebut, imbuh AKBP Ihram, sedianya akan diperjualbelikan oleh pelaku. Akan tetapi hal itu tidak sampai dilakukan karena terlebih daulu dilakukan penyitaan.

“Untuk jual-belinya ini ada yang konvensional ada yang kegiatan online. Mohon maaf situsnya tidak saya beri tahu nanti malah menyebar kemana-mana, yang pasti sudah kita tumpas pelakunya,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan pemusnahan barang bukti hasil operasi pekat tersebut Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati beserta Forkopimda dan perwakilan ulama. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemusnahan secara simbolis.

Untuk knalpot brong dilakukan pemusnahan dengan cara dipotong, sementara untuk narkoba dimusnahkan dengan dilarutkan ke dalam air. Sementara untuk ratusan botol minuman keras dimusnahkan dengan cara dilindas kendaraan berat. (ym)

Baca juga  Pemerintah Longgarkan Syarat Warga Ajukan Kredit Rumah Subsidi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *