EastFood (IIFEX) & EastPack 2024 Genjot Pertumbuhan Ekonomi Jatim

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Provinsi Jawa Timur Yudi Ariyanto, mengaku bahwa Eastfood dan Eastpack Indonesia 2024 diharapkan bisa menggenjot perekonomian di Jatim. Ini disampaikan Yudi saat membuka EastFood (IIFEX) & EastPack di Grand City Convex Surabaya, Kamis (27/6).

“Kami mengharapkan pelaku usaha pengunjung dalam dan luar negeri yang hadir tak hanya pamer saja, tapi bisa memperkuat jaringan dan menggunakan teknologi terbaru. Sehingga ekonomi Jatim terus tumbuh berkembang,” ujarnya dalam siaran pers.

Dijelaskan bahwa industri makanan minuman Jatim kontribusinya sebesar 12,27 persen di 2023. Berdasar kegiatan sebelumnya, sektor industri makanan minuman semakin kuat. “Tercermin di pandemi kemarin. Dimana industri mamin kuat selama pandemi. Kami harapkan ini sebagai upaya kita bersama dalam meningkatkan ekonomi Jatim dan Indonesia,” tegasnya.

Baca juga  ITS Kembangkan AERIS, Sistem Deteksi Wilayah Berisiko Demam Berdarah

Daud D Salim selaku Chief Executive Officer (CEO) menyampaikan bahwa Pameran EastFood (IIFEX) & EastPack Surabaya 2024 menjadi pameran tahunan yang terbesar di Surabaya.

Ini merupakan platform Business to Business (B2B) yang diharapkan dapat memperluas wawasan para pengusaha makanan minuman dan kemasan tentang potensi pasar di mancanegara untuk produk mereka. Sekaligus membentuk jaringan pemasaran dan mendorong pelaku usaha untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas dan berkompeten.

“Sehingga mampu bersaing dengan produk luar negeri, tahun 2024 ini diikuti oleh 250 peserta termasuk melibatkan 30 UMKM dengan target 15.000 pengunjung baik lokal maupun International,” ujar Daud D Salim.

Adhi S Lukman, Ketua Umum Asosiasi Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia menuturkan, pameran ini sangat bermanfaat dan perlu dikembangkan, mengingat produsen perlu didukung.

Baca juga  ITS Kembangkan AERIS, Sistem Deteksi Wilayah Berisiko Demam Berdarah

“Industri makanan cukup tumbuh. Pertumbuhan realisasinya 10 persen dibanding 2023. Pertumbuhan yang baik ini tentu butuh dukungan,” ungkapnya.

IIFEX ini strategis. Diharapkan jadi ajang pertemuan industri makanan minuman dalam bertukar informasi. Dengan demikian tantangan yang kita hadapi mulai nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi dan harga pangan.

“Maka bisa kita kolaborasikan di pameran. Ini penyuluhan sertifikasi halal, bisnis matching sehingga kita bisa tumbuh dan berkontribusi positif untuk Indonesia semakin maju,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed