Mengelola Stres pada Penyakit Psoriasis dan Dermatitis Atopik Sejak Dini

Psoriasis dan Dermatitis Atopik (eksim) adalah penyakit kulit kronis yang umum terjadi dan menyebabkan ketidaknyamanan seperti gatal, kemerahan dan peradangan. Tentu jika tidak segers mendapatkan penanganan maka penyakit ini berbahaya.

“Dimana, Psoriasis ditandai dengan pertumbuhan sel kulit yang terlalu cepat, menghasilkan kulit bersisik dan tebal. Sementara, Dermatitis Atopik atau dikenal sebagai eksim menyebabkan ruam dan sering dialami anak-anak,” terang dokter spesialis kulit dan kelamin serta konsultan onkologi dan bedah kulit, Prof. Dr. Dr. Muh. Listiawan dalam seminar awam cara mengelola stres dan kekambuhan pada Psoriasis dan Dermatitis Atopik sejak dini yang digelar Surabaya Skin Centre, Selasa (22/10).

Baca juga  Cegah Gula Berlebih, Kemenkes Wajibkan Pencantuman Gizi Nutri Level di Minuman Pemanis

Menurut Prof. Wawan, keduanya ini tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Psoriasis biasanya muncul di kulit bagian lutut, siku, punggung bagian bawah dan kulit kepala. Sedangkan, proses pergantian sel sel kulit yang normal membutuhkan waktu sekitar 1 bulan. Namun, bagi penderita Psoriasis prosesnya bisa hanya beberapa hari

“Oleh karena itu, pentingnya penanganan yang tepat agar penderita bisa mengelola gejala untuk meningkatkan kualitas hidup,” tandasnya.

Perlu diketahui, meskipun Psoriasis ini bukan penyakit menular namun bisa dialami siapa saja baik pria mauun wanita. Termasuk anak anak. Sedangkan, penyebabnya diduga oleh gangguan dalam sistem kekebalan tubuh. Ada beberapa faktor yang juga mempengaruhi timbulnya Psoriasis. Diantaranya, konsumsi alkohol, bakteri, obat obatan, cuaca, merokok hingga cedera pada kulit yang diabaikan.

Baca juga  Cegah Gula Berlebih, Kemenkes Wajibkan Pencantuman Gizi Nutri Level di Minuman Pemanis

Direktur SSC, dr. Ni Putu Susari mengakui, seminar ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan. SSC mengajak masyarakat awam untuk mengelola stres dan kekambuhan pada Psoriasis dan Dermatitis Atopik sejak dini.

“Seminar awam ini dilaksanakan secara terbuka dan gratis untuk umum. Dimana, bertujuan untuk mengajak masyarakat lebih aware atau peduli terhadap Psoriasis,” tandasnya. (Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *