Kemenag Sebut Arab Saudi Tidak Izinkan Jemaah Usia di Atas 90 Tahun Pergi Haji

Kabar terbaru dari kementerian Agama (Kemenag) soal aturan baru Arab Saudi untuk musim haji 2025. Dipaparkan Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief, bahwa kemungkinan ada aturan baru dari Kerajaan Saudi terkait jemaah lansia. Ia menyebut ada peluang Saudi Arabia tak mengizinkan jemaah di atas 90 tahun untuk pergi haji.

Hal itu disampaikan Hilman Latief dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR RI, Gedung Nusantara II, Jumat (3/1/2025).

Meski demikian, ia menyebut belum ada surat resmi dari Kerajaan Arab Saudi terkait itu.

Baca juga  Menabung di Kresek 16 Tahun, Penjual Bubur Sidoarjo Akhirnya Berangkat Haji

“Satu hal lagi terakhir dari kami terkait dengan haji ramah lansia Pak. Jadi ini sedang kita mitigasi meskipun belum resmi kami masih menunggu suratnya pimpinan dari Kerajaan Saudi. Ada kebijakan baru yang kami dengar kemarin terkait pembatasan usia,” kata Latief kepada dalam rapat.

“Ini tapi saya ingin mendapatkan surat resminya dan katanya mereka sedang proses mengirim ke kita, khususnya jemaah yang di atas 90 tahun,” tambahnya.

Ia mengatakan untuk saat ini jemaah usia 100 tahun di Indonesia masih diakomodir untuk melakukan haji. Hilman menyebut kemungkinan besar jemaah haji di atas 90 tahun untuk saat ini tak diperbolehkan.

“Ya karena kemarin kan yang masih 100 tahun masih ada Pak di kita itu. Jadi ini yang menarik, mungkin jumlahnya nggak banyak tapi informasi sementara bahwa mereka mungkin akan membatasi jemaah dengan tidak memberikan izin pada jemaah di atas 90 tahun,” Kata Hilman.

Baca juga  Lepas Keberangkatan Jemaah Haji, Bupati Mojokerto Doakan Mabrur

Ia menyebut Saudi juga akan membatasi jemaah di rentang usia 70 atau 80 tahun. Kemenag disebut tengah mempertimbangkan data jemaah lansia untuk tahun ini dan mendatang.

“Tapi itu suratnya akan segera dikirim dan juga ada pembatasan persentase jemaah lansia antara usia 80 atau 70 tahun ke atas, atau 80, ini yang kami tunggu tapi kira-kira seperti itu. Karena kita itu ada prioritas lansia 10% kami sedang sisir lagi,” ucapnya.

Ia menyebut Kemenag tengah menyisir data jemaah yang sakit dan meninggal dunia pada periode sebelumnya. Ia berharap konsep istitha’ah untuk jemaah lansia Indonesia bisa diterapkan.

“Yang kedua dari Kementerian Agama saya dengan dari tim Kapuskes Haji akan menganalisis lagi data jemaah sakit dan jemaah meninggal kemudian kita cermati usianya karena yang akan kita bangun argumen ke sana adalah mengenai konsep Istitha’ah yang sudah kita buat. Dan mudah-mudahan ini juga untuk tahun ini bisa kita terapkan,” imbuhnya. (Ym)

Baca juga  Menhaj: 50 Persen Lebih Jemaah Haji Telah Berangkat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *